Tokoh Kebangsaan Muhammad Rizal: Pro-kontra Islam Nusantara Jangan Bikin Bangsa Pecah



Kabiro Kesekretariatan MPR RI, Muhammad Rizal (duduk ditengah berbaju batik) pada Temu Tokoh Nasional dan Kebangsaan di aula Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang, Minggu (5/8/2018)


Kiri: Saat menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kanan: Pembawa acara, Hasanudin


KAB TANGERANG | BantenLink — Pro dan kontra tentang pemahaman Islam Nusantara, Kepala Biro Kesekretariatan Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia (MPR RI), Muhammad Rizal, meminta agar jangan menjadikan masyarakat terpecah belah.

Menurut dia, lebih baik ulama yang didengarkan dan yang menyelesaikannya. “Saya sudah ngobrol dengan kawan-kawan ulama, jawabnya nanti kita selesaikan, katanya. Jadi kiita dengarkan sajalah ulama, jangan terpancing hoax di media sosial,” kata Muhammad Rizal.

Diakuinya dirinya bukan ahlinya, untuk itu diajaknya masyarakat untuk mendengarkan ceramah ulama. Ditunggu saja, karena tidak mungkin sembarangan bicara yang membuat masyarakat terpecah-belah.

“Nanti sajalah, saya sendiri bukan ahlinya,” ujarnya.

Sebelumnya dalam acara Temu Tokoh Nasional dan Kebangsaan yang dilaksanakan Sekretariat Majelis Permusyawarahan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), di aula Kecamatan Curug, Tangerang, Banten, Minggu (5/8/2018), disampaikannya bahwa majlis taklim berperan penting dalam memperkuat persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Peranan ibu-ibu pengajian sangat diperlukan dalam mengingatkan nilai nilai kebaikan ajaran agama untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sesama warga Indonesia, anggota majlia taklim agar mengingatkan menjaga persatuan dan kesatuan,” katanya mewakili Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di hadapan 400 peserta temu tokoh tokoh nasional.

Disampaikannya, masyarakat agar selalu dalam kebersamaan, kemanusiaan, empati, gotong-royong dan bermusyawarah. Ajaran agama, katanya lagi, jangan hanya slogan saja, namun untuk diterapkan. Hasil yang didapat dari kegiatan dapat disampaikannya kepada masyarakat banyak.

“Untuk menjaga persatuan dan kesatuan, agar jangan saling memojokkan. Mengajak masyarakat Kalau ada permasalahan agar melakukan musyawarah. bu-ibu pengajian bisa menyampaikannya lagi pada masyarakat lainnya,” beber Muhammad Rizal.

Dipesankannya, karena masyarakat beragam latar belakang, suku bangsa dan agama sudah seharuanya agar jangan saling memojokkan, tapi secara bersama-sama mencari penyelesaian masalah yang dihadapi bangsa dengan memperkuat persatuan dan kesatuan.

Hadir dalam kesempatan yang diprakarsai majelis taklim se-kacamatan Curug itu Camat Curug Rahyuni yang diwakili Suarta, unsur Muspika TNI-Polri, tokoh masyarakat, alim ulama, para kepala desa dan kelurahan, perangkat desa dan staf kelurahan, pemuda pemudi dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama -sama dan penyampaian sambutan-sambutan, diantaranya dari perwakilan Camat Curug, Ketua Yayasan H H Jahrudin Yeyet Suprihati dan Panitia Pelaksana Yati Nurhayati. Acara ditutup dengan dialog narasumber dan peserta, serta penyerahan cendera mata.

EDY TANJUNG

Rangkaian foto kegiatan

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply