Viral, Howard Warga Amerika Meminang Sintha di Majlis Dzikir Al Ikhlas



Foto bersama keluarga

Foto Howard Seith, Sintha, Kiai Endang Haryana Tajuddin Syarif Al Bantani beserta istri seusai acara pinangan di Kota Tangerang, Minggu (5/8/2018)

Bersama keluarga Howard, Jasmine dan Alexander, dari Singapura

KOTA TANGERANG | BantenLink — Asam di gunung garam di laut bersuanya di belanga. Begitu love story Howard Seth, (56), warga negara Amerika, yang jauh-jauh datang ke Indonesia untuk menyunting Sintha Rosemalina. Keduanya adalah aktivis kemanusiaan yang saling jatuh hati pascapertemuan pada konferensi internasional di Singapura beberapa waktu silam.

Howard Seth sendiri yang sebelumnya beragama Yahudi menyatakan dirinya dengan kesadaran sendiri berganti kepercayaan untuk memeluk agama Islam di Pondok Pesantren Yayasan Majlis Dzikir Al Ikhlas, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang pada Rabu 18 April 2018 lalu.

Pria mualaf yang sedang giat belajar dan mempraktekkan ibadah agama Islam ini kini bernama Nuh Zaahir yang menduda selama tujuh tahun merupakan warga negara United States of Amerika, tinggal di 7879 San Isidro Street Bottom Beach FL 3343 USA, demi untuk bertemu kekasih hatinya dengan senang hati rela pulang-pergi dari Amerika ke Indonesia.

Siang tadi, Minggu 5 Agustus 2015, Howard beserta dua saudaranya dari Singapura meminta kepada orangtua Sintha Ustadz Endang Haryana Tajuddin Syarif Al Bantani dan Ibu Nur di kediaman Jalan Murai, Cibodas, Kota Tangerang, Banten, dan meminang si Cantik untuk bisa segera dijadikan sebagai istrinya.

Ya, ini kisah cinta zaman now, dua aktivis kemanusian internasional yang berbeda bangsa dipersatukan ukhuwah islamiah. Selain dihadiri keluarga kedua belah pihak, acara pinangann dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran dan pembacaan doa oleh Profesor Zainal pengajar dari Universitas Indraprasta yang menjadi dosen linguistik Sintha.

“Howard Seith disaksikan saudaranya dari Singapura melamar hari ini datang melamar saya kepada orangtua dengan seperangkat hantaran. Juga memberikan dan memakaikan cincin dan gelang sebagai ungkapan tanda cinta kasihnya. Rencananya, kami akan menikah pada bulan Desember 2018 mendatang. Nanti pas pernikahan Howard Seith akan membawa orangtua dan keluarganya yang ada di Amerika kesini,” papar Sintha saat diwawancara bantenlink.com.

Informasi eksklusif yang diterima wartawan ini, dalam acara sederhana namun penuh hikmat dan meriah, saudara perempuan Howard, Jasmine dan Alexander, terbang langsung dari Singapura hadir sebagai perwakilan keluarga Howard di Amerika. Ayah Sintha, Ustadz Endang al Bantani, dalam kata sambutannya menyatakan sangat gembira didatangi keluarga mancanegara itu. Terlebih setelah mendapatkan kabar bahwa besannya, orangtua Howard, akan datang di pernikahan anaknya pada bulan depan.

“Saya menghaturkan terimakasih kepada ananda Howard Seith atau Nuh Zaahir yang ingin menjadi keluarga. Meskipun berbeda bangsa namun marilah berdoa agar tetap dipersatukan semangat perdamaian, kemanusiaan dan ukhuwah islamiyah. Tentang Nak Zahir yang mwminang berniat menikahi putri saya untuk dijadikan sebagai istri, bagi saya haram untuk melarang orang yang ingin menikah. Sebab yang menjalankan hidup adalah anak saya, bukan saya. Tapi begitupun, jangan berbesar hati dulu, kalau mau melamar anak saya harap mintalah dulu sama ibunya,” sambut Ustadz Endang Al Bantany dengan nada serius tapi rileks.

Mendapatkan lampu hijau dari calon mertua, Howard bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Ibu Nur, dan sungkem kepadanya. Seusai mencium tangan Ibu Nur, Howard berdiri di hadapan hadirin yang merupakan keluarga dan tetangga. Pembawa acara pinangan menerjemahkan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. Howard menceritakan kepada keluarga kedua belah-pilah tentang perkenalannya dengan Sintha bermula dari sebuah konferensi internasional di Singapura. Setelah mengenal Sintha, ia ungkapkan memilih menjadi muslim dan terus memperdalam agama Islam. Demi sang kekasih hati, ia pun jauh-jauh pulang pergi ke luar negeri dari Florida Amerika Serikat ke Indonesia.

“Saya mengenal Sintha di sela konferensi yang diadakan di Singapura. Di saat meeting, saya mencari dan melihat kursi kosong yang di sebelahnya duduk seorang gadis sedang menikmati semangkuk sup. Saya permisi, untuk diizinkan duduk di sampingnya, namun sayangnya saat ditegur dia cuek-bebek,” cerita Howard.

Ditambahkannya, Howard ingin menyicipi makanan yang sedang dinikmati Sintha. Tanpa sungkan berpesan pada si Cantik untuk menjaga kursi yang kosong. Tapi yang terjadi, pas balik dan membawa makanan untuk dinikmati, ternyata Howard tak melihat lagi kursi tadi, meskipilun sudah minta kepada seseorang agar sudi menjaganya.

Tapi, tenang sodara-sodara… Akhirnya sang “Romeo” dapat aja tuh duduk di samping “Juliet”. Bahkan Howard, Sintha dan seorang teman di konferensi bernama Jasmine malah ending-nya berjalan-jalan menikmati kota Singapura, menonton pertunjukan musik bersama, sambil bercerita tentang kehidupan masing-masing…

“Cerita punya cerita saya dan Sintha merasa cocok, hingga kami mengantarkan Sintha ke hotel tempatnya menginap. Kemudian, dalam hati saya ada sesuatu yang harus saya ungkapkan: Mencintainya. Dalam hati saya berdoa, semoga Sintha mau menjadi istri saya. Untuk itu harus bertemu dengan papanya. Tapi saya ingin menjadi muslim dulu, agar bisa menikah dengannya. Sekarang, Ibu saya bertanya: Bisa diterimakah saya? Saya berharap bisa dengan Sintha dan ini sebagai pernikahan terakhir, Bu,” ungkap Howard.

Tapi tak cukup meminang Sintha, untuk membuktikan cinta dan kesetiaannya pada kekasih hati, di hadapan hadirin pembawa acara malah menguji Howard dengan berberapa pertanyaan yang sebelumnya tidak diketahui Howard. Pertanyaan mengejutkan tentang kebiasaan Sintha. Berapa nomor sepatu Sintha, Howard menjawab: 37. Apa chicken food yang disukai Shinta? Jawabnya: Ayam goreng. Warna kesenangan: hitam! Hore… Surprise!

EDY TANJUNG

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply