“Pendopo” Living World dan Maramowe Foundation Angkat Budaya Indonesia Timur



Kru Living World dan aktivis Maramowe Foundation yang bekerja sama dalam mengangkat budaya Indonesia di bagian timu


Pendiri Yayasan Maramowe, Luluk Intarti


TANGSEL | BantenLink — Hasil karya kerajinan dari Indonesia bagian timur, seperti ukiran suku Kamoro, kain tenun Sumba dan Flores serta seni tempel kertas diplitur mulai 3-31 Agustus 2018 dipamerkan di pusat penjualan kerajinan dan budaya nusantara “Pendopo” yang ada di pusat perbelanjaan Living World Alam Sutra, Tangerang Selatan.

Penggagasnya, Luluk Intarti, yang juga selaku pendiri Yayasan Marawowe. Luluk mengapresiasi dukungan Pendopo sebagai pusat penjualan hasil kerajinan nusantara tersebut. Terima kasih juga disampaikannya pada konsumen yang berbelanja pada pameran tersebut.

Menurut aktivis pelestari budaya ini, di Festival Indonesia Timur dan Budaya Kamoro, pengunjung dan konsumen akan bisa melihat langsung keunikan pembuatan tenun Sumba yang bermotif khas corak manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan.

“Pengunjung dan pembeli akan juga dapat melihat langsung proses tenun Flores yang memiliki ciri unik dengan ragam hias geometris dengan warna warna yang cerah dan mencolok. Pengerjaan masih sangat tradisional dan konvensional serta dikerjakan dalam waktu yang lama.” ungkap Lulik, Jumat (3/8/2018).

Dijelaskannya dalam kesempatan pameran di Living World digelar ekspos pendidikan suku suku Kamoro yang mendiami wilayah pesisir Papua, juga pameran budaya dari Indonesia bagian timur lainnya. Ada pertunjukan tari, musik tradisional, workshop mengukir kayu dan menenun yang bisa dilihat langsung sembari coffe tasting Santino.

“Selain itu, suasana pameran kental dengan budaya suku Kamaro, namun demo tenun Sumba, tenun Flores, yang juga berada di wilayah timur dan workshop decoupage talenan (menempel kertas dan melapisi dengan plitur dipastikannya tak akan kalah menarik,” terang Luluk.

Dipesankannya, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk membeli tenun sumba, karena akan mendapatkan potongan harga. Pembeli barang kerajinan juga berkesempatan mendapatkan hadiah yang menarik.

Jadi, dengan berlangsungnya festival, “Pendopo” dan pembeli belanja barang kerajinan dengan motif khas dan unik, berarti telah berperan dalam menjaga melestarikan warisan budaya Indonesia Timur dari suku Flores, Sumba dan Kamoro.

EDY TANJUNG

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply