H Muhammad Rizal SH MSi Wakili MPR RI Perekat NKRI di Temu Tokoh Kebangsaan



H Muhammad Rizal SH MSi hadir di Temu Tokoh Kebangsaan di RW 07 Kelurahan Binong, Curug, Kab Tangerang, Minggu (29/7/2018(

KAB TANGERANG | Kepala Biro Pimpinan Sektetariat MPR RI, H Muhammad Rizal SH MSi, menjadi wakil Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan pada temu tokoh kebangsaan yang yang dihadiri 400 tokoh dan dilaksanakan di Lapangan RW 07, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Minggu (29/7/2018).

Kegiatan juga dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Rispanel Arya, Lurah Binong Masitoh, Ketua Forum RW se-Kelurahan Binong, para tokoh, ulama, ketua RW, pwmuda dan ormas itu terlaksana bekerja sama dengan TP PKK Kelurahan Binong.

Dalam kesempatan itu Muhammad Rizal mengajak para peserta yang mengikuti sosialisasi bertajuk Penguatan Silaturahmi Keumatan dan Kebangsaan Berdasarkan Nilai Spritual” itu, meminta berhati-hati menggunakan media sosial yang bisa mecah belah terkait perlunya menjaga NKRI yang terdiri dari 34 provinsi, bermacam-macam agama dan etnis.

“Perbedaan etnis dan agama tidak apa-apa dan telah disadari oleh pendiri bangsa sebagai nilai yang harus terus dipertahankan. Kalau tidak dibentengi dengan persatuan dan kesatuan bisa pecah. Seperti Uni Soviet yang pernah menjadi negara adidaya terpecah, satu melawan yang lain, ” ujar Muhammad Rizal.

Ditambahkan tokoh masyarakat Tangerang berasal dari Sekayu Palembang lulusan S1 Fakultas Hukum UII Yogya, dan S2 Ilmu Pemerintahan Univ Satyagama Jakarta ini, perpecahan terjadi di negara Yugoslavia yang juga terpecah, jazirah Arab seperti Suriah dicabik perang antarsaudara.

“Negara besar mempunyai tujuan untuk menguasai negara yang lebih kecil, maka berhati-hatilah, Indonesia harus kita jaga bersama,” pesan Muhammad Rizal selaku PNS Sekretariat Jendral MPR-RI yang sebentar lagi pensiun itu.

Birokrat 59 tahun yang telah mengabdi di pemerintahan selama 30 tahun sejak 1988-2018 dengan istri bernama Amalina dan tiga putra-putri tersebut bepesan, jika ada yang salah atau perbedaan pilihan jangan menjadi bermusuhan dan diributkan, dengan kebinnekaan.

“Jadi, perbedaan jangan sampai membuat bangsa dan negara Indonesia serta mencegah terpecah-belah menjadi tugas kita bersama. Mari kita ingatkan saudara kita, anak-anak kita tentang perlu menjaga persatuan meskipun berbeda aliran. Termasuk memperhatikan anak-anak kita yang sedang mencari perhatian,” tandasnya.

EDY TANJUNG

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply