Pesankan Jangan Pungli, Kemenag Tangsel Lantik KUA Pondokaren dan Setu



Pelantikan Kepala KUA Pondokaren dan Kepala KUA Setu oleh Kepala Kemenag Kota Tangerang Selatan, Rabu (25/7/2018)


TANGERANG | BantenLink – Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang Selatan, Abdul Rojak, Rabu (25/7/2018), di aula kantornya, melantik Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pondokaren Haerudin dan Kepala KUA Kecamatan Setu A Jayadi yang ditandai dengan pembacaan sumpah oleh keduanya.

Dalam kesempatan kegiatan tersebut dihadiri Camat Setu, Heru, perwakilan Camat Pondokaren, Pengawas, para Kepala KUA , Penghulu Agama Islam dan pegawai Kemenag Kota Tangerang Selatan, Kepala Kemenag mengingatkan agar dua kepala KUA yang baru dilantik cepat beradaptasi dengan lingkungan tempat bertugas dan mengingatkan agar tidak melakukan pungutan liar (pungli).

“Saya mengingatkan agar pejabat KUA yang baru dilantik supaya cepat adaptasi, rapat, briefing konsolidasi dengan Camat, Kapolsek, Danramil dan tokoh-tokoh masyarakat. KUA sebagai perpanjangan tangan dalam melaksanakan sebagian tugas Kemenag Seksi Bimas Islam,” papar Kepala Kemenag.

Selain itu, pesannya lagi, Kepala KUA sudah mendapat gaji dari pemeeintah yang diambil dari APBN. Jadi, tidak ada alasan melakukan pungutan.

KUA di seluruh kecamatan Kota Tangerang Selatan, tambah Abdul Rojak, bahkan tidak bisa dipisahkan dengan pernikahan, pencatatan nikah, rujuk, zakat, wakaf, madrasah dan manasik haji. Bahkan khususnya KUA Kacamatan Setu, yang merupakan pemekaran Kecamatan Serpong, berarti melengkapi seluruh pelayanan KUA di seluruh kecamatan se-Kota Tangerang Selatan.

“Hal ini merupakan nikmat Allah karena sebelumnya warga Setu yang ingin mendapatkan pelayanan pernikahan warga Setu datang ke Kecamatan Serpong.Tapi jangan terlalu banyak tasyakuran, cukup sekali saja. karena kantor KUA Setu baru belum ada gedungnya. Mengenai tempatnya biarkan nanti Camat Setu, Pak Heru, yang mencarikannya,” ucap Abdul Rojak.

Dia berpesan agar Kepala KUA Pondokaren dan Kepala KUA Setu agar menjaga jabatan yang diembankan, yakni melaksanakan sebagian tugas Kemenag. Diingatkan, dengan sudah adanya KUA Setu, jangan sampai orang Setu mendaftar nikah di Serpong.

“Jabatan merupakan amanah yang bukan pemberian pimpinan. Sumpah jabatan bukan hanya disaksikan manusia, tapi harus disadari dicatat oleh Allah SWT.Saya percaya kedua kepala KUA bertugas dengan sebaiknya,” imbuh Kepala Kemenag Kota Tangerang Selatan

Diingatkannya jabatan sebagai kepala KUA bukan suatu hal yang ringan karena fungsinya akan langsung dirasakan masyarakat. Diharapkan, dalam waktu sepuluh hari ke depan kedua Kepala KUA dapat bertugas sebagai pejabat penghulu dan tugas jabatan KUA lainnya .

Apalagi sorotan masih ditemukan pungli di luar ketentuan. Survey integritas KPK yang sudah dipublikasikan dan menjadi warning, raport Kemenag masih merah, baru mencapai nilai 5,45 sedangkan standar KPK 6.

“Oleh karena itu, jangan sesekali meminta ongkos dan memaksa ongkos nominal biaya nikah, selain yang sudah ditentukan oleh aturan. Jika diberi berkat seperti buah-buahan bisa asal ridho bisa diterima,” papar Abdul Rojak lagi.

Dia mengingatkan, jika tidak dikasih tidak perlu meminta karena itu dilarang. Kepala KUA sudah mendapat gaji dari pemeeintah yang diambil dari APBN. Jadi, tidak ada alasan melakukan pungutan.

EDY TANJUNG

Rangkaian foto kegiatan pelantikan kepala KUA Kecamatan Pondokaren dan Kecamatan Setu di aula Kantor Kemenag Kota Tangsel, Rabu (25/7/2018)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply