Ini Dia Obat “Memperpanjang” Hidup Penderita Kanker Payudara dari Roche



Seminar memperbaiki kualitas hidup perempuan penderita kanker payudara


JAKARTA | BantenLink — Roche Indonesia, Jumat (13/7/2018), mengumumkan bahwa trastuzumab subkutan sekarang tersedia di Indonesia setelah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 23 Mei 2018. Trastuzumab, yang sebelumnya hanya tersedia dalam formulasi infus intravena, adalah obat yang telah digunakan untuk penatalaksanaan kanker payudara HER2-positif, yang diderita oleh sekitar 22,8% dari semua perempuan yang terdiagnosa dengan kanker payudara di Indonesia.2 Obat ini telah memberikan dampak dalam meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dan menurunkan risiko kekambuhan untuk perempuan yang menderita tipe kanker payudara dini tertentu, serta memperbaiki kualitas dan panjangnya hidup perempuan yang menderita kanker payudara stadium lanjut.2,3,4

Diskusi panel. Ki-ka: Lucia Erniawati, Head of Market Access & Corporate Affairs, PT Roche Indonesia (Moderator), Dr. dr. Nugroho Prayogo, SpPD-KHOM, Investigator SafeHER Indonesia, Zr. Musrini, S.ST, Suster Spesialis Onkologi, Dr. Diah Ayu Puspandari Apt. M.Kes, MBA, Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan (KPMAK)
Diskusi panel. Ki-ka: Lucia Erniawati, Head of Market Access & Corporate Affairs, PT Roche Indonesia (Moderator), Dr. dr. Nugroho Prayogo, SpPD-KHOM, Investigator SafeHER Indonesia, Zr. Musrini, S.ST, Suster Spesialis Onkologi, Dr. Diah Ayu Puspandari Apt. M.Kes, MBA, Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan (KPMAK)
dr. Binay Swarup, Country Medical Director Roche Indonesia mengatakan, “Persetujuan atas trastuzumab subkutan ini adalah berita yang sangat baik untuk pasien karena dengan formulasi ini, proses pemberian obat secara keseluruhan menjadi lebih cepat karena waktu pemberian obat yang jauh lebih singkat, menghemat sumber daya tenaga kesehatan, meningkatkan kapasitas penanganan pasien, dan menghemat biaya operasional rumah sakit.”

Penelitian menunjukkan bahwa pemberian trastuzumab dengan formulasi subkutan memberikan nilai tambah bagi pasien, tenaga kesehatan dan organisasi pelayanan kesehatan.5

Trastuzumab subkutan diberikan melalui injeksi di paha bagian atas pasien selama 2 sampai 5 menit dibanding dengan 30 sampai 90 menit dengan infus intravena.1 Hal ini mengurangi waktu tunggu pasien tanpa berinteraksi dengan klinisi sebanyak 26% dan waktu penanganan oleh klinisi sebanyak 58%, sehingga pasien lebih sebentar berada di rumah sakit dan dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik.6

Zr. Musrini S.ST, yang telah menjadi suster di bidang onkologi selama 20 tahun, mengatakan, “Pasien bisa menghemat lebih dari satu jam pada setiap kunjungan ke rumah sakit untuk perawatan anti-kanker mereka, dan lebih dari 19 jam di sepanjang siklus perawatan mereka. Waktu sangatlah berharga dan bisa membebaskan pasien untuk menikmati hidup tanpa merasa terbelenggu oleh infus. Ini juga berarti pemasangan selang infus yang invasif atau kanula tidak lagi harus dilakukan ke pasien setiap tiga minggu, seperti prosedur standar saat ini.”

Di samping manfaat untuk pasien, rumah sakit juga bisa mendapat keuntungan dalam penghematan biaya perawatan hingga 35% per pasien setiap tahunnya.6 Keuntungan tersebut ditimbulkan dari penghematan waktu dalam persiapan dan pemberian trastuzumab subkutan dan tidak ada sisa obat yang terbuang dibandingkan dengan infus intravena.6 Penghematan ini bisa membantu BPJS dalam mengatasi beban kapasitas penjaminan di area kemoterapi yang terus meningkat.

Dr. dr. Nugroho Prayogo, SpPD-KHOM mengatakan, “Metode pemberian trastuzumab subkutan yang lebih cepat dan tidak invasif ini adalah sebuah langkah maju dalam perawatan kanker payudara HER2-positif. Selain bermanfaat untuk pasien, trastuzumab subkutan menghemat waktu pelayanan perawat spesialis kanker dan farmasi rumah sakit. Dengan demikian, ada peluang yang lebih baik, praktis, hemat waktu yang bermanfaat bagi pasien, tenaga kesehatan dan rumah sakit.”

Daftar Pustaka
1.
Herceptin Product Information. Versi 23 Mei 2018.
2.
Pathmanathan N, et al. Human epidermal growth factor receptor 2 status of breast cancer patients in Asia: Results from a large, multicountry study. 2016. Dapat diakses dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27334915. Diakses pada: 8 Juli 2018.
3.
Edward H. Romond, M.D., et al. Trastuzumab Plus Adjuvant Chemotherapy for Operable HER2-Positive Breast Cancer. The New England Journal of Medicine. 2005. Dapat diakses dari: https://www.nejm.org/doi/pdf/10.1056/NEJMoa052122. Diakses pada 8 Juli 2018
4.
Hope Rugo, Melissa Brammer, Fan Zhang, Deepa Lalla. Effect of Trastuzumab on Health-Related Quality of Life in Patients with HER2-Positive Metastatic Breast Cancer: Data from Three Clinical Trials. Clinical Breast Cancer. 2010. Dapat diakses di: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1526820911700404?via%3Dihub. Diakses pada 8 Juli 2018.
5.
Burcombe, R. , Chan, S. , Simcock, R. , Samanta, K. , Percival, F. and Barrett-Lee, P. (2013) Subcutaneous Trastuzumab (Herceptin®): A UK Time and Motion Study in Comparison with Intravenous Formulation for the Treatment of Patients with HER2-Positive Early Breast Cancer. Advances in Breast Cancer Research, 2, 133-140. doi: 10.4236/abcr.2013.24022.
6.
Time and Motion Study for The Use of Trastuzumab Subcutaneous Injection in Indonesia (dipresentasikan di acara Roche Media Health Forum 11 Juli 2018). Kebijakaan Pembiayaan dan Manajemen Asurasi Kesehatan. Versi 21 Mei 2018.
Tentang Trastuzumab

Trastuzumab adalah antibodi monoklonal yang dirancang untuk menargetkan dan menghentikan fungsi HER2, jenis protein yang diproduksi oleh gen tertentu dan memiliki potensi untuk menyebabkan kanker jika terekspresi berlebihan. Cara kerja trastuzumab yang unik mengaktivasi sistem kekebalan tubuh, menghentikan sinyal dari HER2, dan menghancurkan sel-sel tumor. Trastuzumab telah menunjukkan efikasi yang baik dalam pengobatan kanker payudara HER2-positif baik pada stadium dini maupun lanjut. Diberikan sebagai monoterapi ataupun dikombinasikan dengan kemoterapi standar, trastuzumab telah terbukti dapat meningkatkan kelangsungan hidup, tingkat respon dan kesembuhan dan juga mempertahankan kualitas hidup untuk perempuan dengan kanker payudara HER2-positif. Trastuzumab dipasarkan oleh Genentech di Amerika Serikat, Chugai di Jepang, dan oleh Roche secara internasional. Sejak 1998, trastuzumab telah digunakan untuk mengobati lebih dari 1,2 juta orang dengan kanker payudara jenis HER2-positif di seluruh dunia.

Tentang Roche

Roche adalah perusahaan bioteknologi terkemuka yang memiliki pengobatan mutakhir di bidang onkologi, imunologi, penyakit menular, serta penyakit mata dan sistem saraf. Roche juga merupakan perusahaan terkemuka untuk diagnostik in-vitro, diagnostik kanker berbasis jaringan dan perintis dalam penatalaksanaan diabetes.

Didirikan pada 1896, Roche secara berkesinambungan mencari berbagai cara yang lebih baik untuk mencegah, mendiagnosa, dan mengobati berbagai penyakit serta memberikan kontribusi berkesinambungan untuk masyarakat. Perusahaan ini juga memiliki tujuan untuk meningkatkan akses pasien terhadap inovasi medis melalui kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Tiga puluh obat yang dikembangkan oleh Roche termasuk dalam Daftar Obat Esensial WHO, di antaranya antibiotik, antimalaria, dan pengobatan kanker. Selama sembilan tahun berturut-turut Dow Jones Sustainability Indices memberikan penghargaan kepada Roche sebagai Group Leader yang memberikan kontribusi secara berkelanjutan di bidang Farmasi, Bioteknologi & Industri Riset Kesehatan.

Grup Roche, berkantor pusat di Basel, Swiss, beroperasi lebih dari 100 negara dan pada 2017 mempekerjakan sekitar 94.000 karyawan di seluruh dunia. Tahun 2017, Roche berinvestasi lebih dari 10,4 miliar Swiss Franc untuk riset dan pengembangan dan mencapai angka penjualan 53,3 Swiss Franc. Genentech, di Amerika Serikat, sepenuhnya dimiliki oleh Grup Roche. Roche merupakan pemegang saham terbesar di Chugai, Jep

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply