Dianugerahi Fortune Global 500, SUNING Perluas Bisnis Industri



Istimewa

NANJING TIONGKOK | BantenLink — Suning, raksasa bisnis kedua di Tiongkok, telah memperkuat dan memperluas usaha utamanya. Delapan industri vertikalnya, yakni Suning.com, Logistik, Jasa Keuangan, Teknologi, Real Estat, Media & Hiburan, Olahraga dan Investasi; Suning.com termasuk dalam daftar Fortune Global 500 pada 2017.

Suning, raksasa bisnis yang merupakan perusahaan swasta terbesar kedua di Tiongkok dan pemilik Suning.com, perusahaan ritel yang masuk dalam daftar Fortune Global 500, hari ini mengumumkan kemitraan dengan China Europe International Business School (CEIBS). Kedua pihak sepakat untuk melakukan penelitian bersama tentang model bisnis inovatif, manajemen strategis, dan operasional yang terdigitalisasi demi mendorong transformasi perusahaan untuk pengembangan di masa depan.

Meng Xiangsheng (kiri), Senior Vice President, Chief Human Resource Officer, Suning.com dan Ding Yuan (kanan), Vice President, Dekan CEIBS, menghadiri ajang tersebut
Meng Xiangsheng (kiri), Senior Vice President, Chief Human Resource Officer, Suning.com dan Ding Yuan (kanan), Vice President, Dekan CEIBS, menghadiri ajang tersebut
Suning dan CEIBS akan bekerja sama di Suning Research Group di bawah divisi “Pusat Penelitian Ekonomi Digital dan Perusahaan Canggih di Tiongkok-Eropa” (“China-Europe Digital Economy and Smart Enterprise Research Center”) yang berfokus pada studi kasus mendalam tentang perusahaan canggih, serta mendukung transformasi perusahaan menuju digitalisasi.

Fang Yue, profesor di CEIBS, meyakini solusi Smart Retail dari Suning memiliki dua kata kunci: “canggih” dan “teknologi”. Dia bilang, “Pengalaman Suning selama sepuluh tahun dalam transformasi digital tidak hanya akan bermanfaat bagi pertumbuhan Suning di masa depan, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi perusahaan yang mencari solusi transformasi dan inovasi untuk peluang pengembangan lebih lanjut.”

Kerja sama strategis dengan lembaga pendidikan tinggi mewujudkan keberhasilan strategi Smart Retail dari Suning dan nilainya sebagai studi kasus yang baik di industri. Pada 2009, Suning memimpin praktik transformasi berbasis Internet di antara perusahaan ritel domestik tradisional, merangkul teknologi Internet melalui transformasi pemasaran, inovasi kanal (channels), integrasi online-to-offline (O2O), dan keterbukaan sarana (platform). Keberhasilan ini membuat Suning siap memanfaatkan peluang di era baru ritel, serta memanfaatkan model bisnis dan laba yang muncul untuk mendorong pertumbuhan dan pengembangan di masa depan.

Sementara itu, Suning dan CEIBS akan bekerja sama dalam pelatihan karyawan dan perekrutan SDM. Wang Gao, profesor Pemasaran di CEIBS, mengatakan, “Produk utama CEIBS adalah pendidikan. Oleh karena itu, kami bersedia membantu membangun basis SDM untuk Suning dan melakukan yang terbaik untuk pengembangan jangka panjang di bidang pelatihan dan perekrutan karyawan Suning.”

“CEIBS adalah sekolah bisnis terkemuka dan berkelas dunia di Asia. Sejak awal berdiri, CEIBS berkomitmen terhadap penelitian bisnis mutakhir di Tiongkok, membantu perusahaan Tiongkok untuk berinovasi dan bertransformasi sehingga mampu memanfaatkan peluang dari kebutuhan pasar yang makin meningkat. Sebagai perusahaan O2O Smart Retail terkemuka, Suning telah menyaksikan dan berpartisipasi dalam transformasi industri ritel Tiongkok. “Kedua pihak akan bekerja sama dalam mengeksplorasi perkembangan industri dan berbagi pengalaman praktis serta wawasan kami dengan rekan-rekan di industri,” kata Meng Xiangsheng, Senior Vice President, Chief Human Resource Officer, Suning.com.

Suning mendirikan Suning Smart Retail Research Institute pada 2018. Lembaga tersebut berfokus pada penelitian rekayasa ulang teknologi dalam industri ritel.

Tentang Suning

Berdiri pada 1990, Suning adalah salah satu konglomerat terkemuka di Tiongkok dengan dua perusahaan terbuka di Tiongkok dan Jepang. Pada 2017, Suning Holding berada di peringkat kedua dalam daftar 500 besar perusahaan swasta terbesar di Tiongkok, dengan pendapatan tahunan sebesar USD 65,7 miliar (RMB 412,95 miliar). Dengan misi yang bertajuk “Leading the Ecosystem across Industries by Creating Elite Quality of Life for All.”

ed/ist

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply