Kombes Sabilul Alif Dampingi Habib Luthfi di Ponpes Miftahul Khaer



Kapolresta Tangerang Kombes HM Sabilul Alif

KAB TANGERANG | BantenLink — Kapolres Kota Tangerang, Kombes HM Sabilul Alif menghadiri Temu Alim Ulama dan Nahdlatul Ulama dan Nahdliyyin se-Kabupaten Tangerang dan sekitarnya, yang digelar Ponpes Miftahul Khaer, Curug, Senin (9/7/2018).

Kombes HM Sabilul Alif sengaja datang ke acara Halal Bihalal tersebut demi menghormati ulama kharismatik Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Yahya yang datang dari Pekalongan untuk memberikan tausiah pada tabligh akbar yang dihadiri ribuan orang tersebut.

Pengasuh Ponpes Miftahul Khaer sendiri, KH Hafis Gunawan SPd, langsung mendaulat Kombes Sabilul Alif sejak kehadiran Habib Muhammad Luthfi sekitar pukul 22.00 WIB, yang didampingi pengurus dan anggota Majlis Wakil Cabang (MWC) Kecamatan Curug dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Curug, serta GP Ansor dan Banser NU se-Kabupaten Tangerang.

Dalam kata sambutannya menyampaikan agar ulama Habib Muhammad Luthfi, Pengasuh Ponpes Miftahul Khaer (MK) Hafis Gunawan, Ketua Ponpes MK Armat Saripudin, Kapolsek Curug mewakili Kapolres Tangerang Selatan.

Juga hadir yang mewakili Camat Curug, Danramil Curug, Lurah Sukabakti Obang Suryani, Ketua NU Kab Tangerang KH Encep Subandi, Sesepuh Kiai NU Curug KH Babay al Mabari, KH Mustofa, pengurus dan anggota GP Ansor Kab Tangerang Muhidin, MWC Curug, GP Ansor Curug, Fathayat NU dan Pagar Nusa.

Dalam muazahah tersebut, selain tabligh akabar diisi tausiah Maulana Al Habib Luthfi, diawali tahlilan yang dipimpin pengasuh Ponpes Miftahul Khaer KH Hafis Gunawan yang diteruskan oleh ustadz Ahmad Fadil. Acara juga ditandai shalawat menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Husbul Wathon.

Kapolres Sabilul Alif berharap agar semua yang hadir bersilaturahmi diberikan kesehatan. Dirinya memohon izin alim ulama, para kiai, dan menyatakan kebanggaan serta takzimnya. Sabilul Alif merasa bangga berada diantara alim ulama yang secara administrasi berada di Kabupaten Tangerang.

Dikatakan Kapolres, kehadirannya sebagai rasa cinta pada masyarakat dan alim ulama yang telah memberikan pemahaman agama. Takzimnya pada ulama-ulama karena sebagai pewaris Nabi, bukan pewaris harta, tapi pewaris ilmu. Dan sebagai warga NU, sudah jelas sanad dan musanadnya. Jadi wajib hukumnya mengabarkan hal benar. Bila ada hoax, Kapolres meminta pemuda NU wajib meluruskannya.

Diceritakan, di Era Soekarno, KH Hasyim Ashari pernah ditanyakan apa hukumnya membela negara? Jawabnya, adalah fardhu ain, bukan fardu kifayah. Lanjut Kapolresta Tangerang, kita bersyukur hidup di Indonesia yang aman dan tenteram.

Berbeda dengan negara Yaman, Irak, Syria dan Mesir yang mana di negara itu warganya tidak dapat merasakan keamanan dan ketentrama. Oleh karena NU sebagai organisasi tertua perlu kuat agar dapat terus memperkokoh persatuan dan kesatuan Republik Indonesia, tandasnya.

EDY TANJUNG

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply