Demi Sukses Asian Games 2018 Menkominfo Kerahkan 27 Ahli IT



Menkominfo Rusdiantara

JAKARTA | BantenLink — Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) , Rudiantara, mengatakan kementerian membentuk Tim Information Technologi (IT) demi menyukseskan kegiatan Asian Games 2018. Para tenaga ahli itu akan ditugaskan untuk menunjang kegiatan pada Information Technology and Telecommunication Department (ITTD).

“Tim terdiri dari 27 tenaga ahli, berasal dari berbagai asosiasi dan komunitas IT. Kami juga bekerjasama dengan BPPT & BPKP dalam memberikan pendampingan terhadap pelaksanaan IT Review atas implementasi IT yang telah dilakukan,” ujarnya, kemarin.

FTII, ungkap Rusdiantoro, merupakan organisasi yang beranggotakan asosiasi-asosiasi industri teknologi informasi. Diantaranya APKOMINDO (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia), ASPILUKI (Asosiasi Piranti Lunak Indonesia), APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), ASSI (Asosiasi Satelit Indonesia), ATSI (Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia), AOSI (Asosiasi Open Source Indonesia), IdEA (Indonesia E-commerce Association), ACCI (Asosiasi Cloud Computing Indonesia) dan KKI (Komunitas Keamanan Informasi).

Ketua Umum FTII, Sylvia W Sumarlin, menjelaskan kontribusi nyata FTII dalam Asian Games 2018 adalah sebagai relawan yang memberikan bantuan tenaga ahli dalam melakukan uji-coba sistem dan pelatihanmenjelang dan selama penyelenggaraan Asian Games 2018.

“Peran para tenaga ahli ini sangat krusial dalam memastikan stabilitas jaringan internet ke venue-venue Asian Games yang tersebar di Jakarta dan Palembang. Sistem ini berpusat pada jaringan cloud di Singapura dengan menggunakan jaringan milik PT Telkom, agar dapat diakses secara internasional. PT Telkom juga menyediakan sistem koneksi fibre-optic baik yang jalur utama maupun rendundant-nya,” papar Sylvia.

Sementara itu, Sjafrie Sjamsoeddin selaku Wakil Ketua INASGOC menjelaskan, keamanan data menjadi perhatian penting selain soal distribusinya yang masif pada saat pelaksanaan. Untuk itu panitia melibatkan pilar penting dengan reputasi internasional yakni Ssyangyong Information Communication Corp (SICC), TISSOT, Microsoft dan NEC,” ujarnya.

Ditambahkan Sjafrie, SICC dari Korea Selatan adalah pihak yang ditunjuk resmi oleh Olympic Council of Asia (OCA) untuk menggelar sistem informasi Asian Games 2018 yang disebut AGIS (Asian Games Information System). AGIS untuk Asian Games 2018 telah terpasang pada Cloud System Azure dari Microsoft dengan menggandeng mitra usahanya yaitu PT. Kreatif Dinamika Integrasi. Sementara itu penggelaran aplikasi AGIS ke lokasi-lokasi pertandingan (competition venues) maupun pendukung (non-Competition venues) dilakukan atas kerjasama PT. TELKOM Indonesia, PT. NEC Indonesia, dan PT. Griya Mitra Persada.

Dijelaskannya lebih jauh, sedangkan perusahaan jam tangan Swiss bermerek TISSOT akan mendukung terlaksananya sistem scoring di berbagai kompetisi internasional, termasuk Asian Games. Akurasi dan kepastian hasil pertandingan secara live merupakan tanggung jawab TISSOT sebagai penentu atau dasar pemenangan bagi para juri olahraga.

Microsoft melalui AZZURE memiliki kemampuan dalam menyediakan cloud-system untuk penanganan trafik data beserta diseminasi informasi secara sistematis dan handal. Sebagai perusahaan IT yang sudah teruji kemampuan dan kecanggihannya, Microsoft Azzure memiliki keunggulan disemua lini terkait manajemen data. Mengingat penggunaan Cloud-System adalah yang pertama kali dalam sejarah Asian Games, maka keberhasilan dalam penyelenggaraan sistem ini bagi Asian Games di Indonesia merupakan tanggung jawab yang besar bagi Microsoft Azzure.

NEC memiliki tanggung jawab untuk melakukan integrasi AGIS (Astra Graphia Information System) antara perangkat keras oleh HP (Hawlett Packard) dan jaringan telekomunikasi yang disediakan oleh PT Telkom. Integrasi ini dilakukan pada venue yang terkait langsung dengan penyelenggaraan kompetisi olah raga (competition venue) dan dengan venue yang tidak terkait (non-competition venue). Contoh non-competition venue adalah hotel ataupun wisma atlet dan media center.

Meskipun komunitas IT memberikan kontribusi keahliannya, namun INASGOC memiliki wewenang dan tanggung jawab penuh untuk pengoperasian sistem informasi AGIS yang dioperasiakan SICC. INASGOC menerapkan standard yang telah ditetapkan oleh OCA (Olympic Council of Asia)

Untuk memastikan setiap data akurat, cepat dan mudah dibaca dan dipahami oleh negara-negara peserta Asian Games maka setiap mitra-mitra INASGOC dituntut untuk menerapkan standard-standard industri dalam menangani data dan mengikuti standard-standard yang telah ditetapkan oleh OCA (Olympic Council of Asia) termasuk istilah/kode yang berlaku di Asian Games. Acara Halal Bi Halal ini ditutup dengan pembacaan Ikrar Dukungan Asian Games 2018 oleh Ketua Umum APJII, Jamalul Izza dan Ketua Umum ATSI, Merza Fachys.

Ed/Ist

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply