Habib Luthfi: Ahlusunnah Waljamaah Cinta pada Ulama dan Pemerintah



Habib Maulana H Muhammad Luthfi bi Yahya di Ponpes Miftahul Khaer, Curug, Tangerang, Senin (9/7/2018)

Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dari Pekalongan mengisi Tabligh Akbar dan Halal Bihalal Nahdlatul Ulama Kecamatan Curug yang digelar di Ponpes Miftahul Khaer, Senin (9/7/2018)

KAB TANGERANG | BantenLink — Habib Maulana Muhammad Luthfi bin Yahya dalam halal bihalal mengajak umat Islam, setelah berbekal kemabruran ibadah-badah di bulan suci Ramadhan untuk mengaplikasikan dan menyosialisasikannya.

KH Hasyim Ashari, sebutnya, menjaga akidah ahlusunnah wal jamaah yang cinta ulama dan umarah sebagai bukti mahabbah pada Rasulullah.

Sebab, kalau ada yang mau menghancurkan Islam ialah dengan menjauhkan umat dengan ulamanya. Kalau mau memecah Indonesia jauhkan Pemerintah dengan rakyatnya. Baru kemudian dipecah-belah. Untuk itu, pesannya, jangan berikan celah dan kesempata bagi oknum yang mau memecah-belah.

Dapat berkumpul banyak seperti ini disebut sebagai barokah mahabbatil ulama. Ciri orang yang mahabbah tidak mau membuka aib orang yang dicintainya. Kalau mencintai ulama tidak akan membuka aibnya. Kalau mencintai bangsa tidak mau membuka aib saudara sebangsa.

Orang yang mahabbah memiliki cara yang tepat untuk menasehati. Cinta pada ulama, habaib, pemerintah harus dengan menjaga aibnya. Bagaimana mungkin pejabat berwibawa kalau tidak dijaga aibnya, karena memimpin bukan seenaknya.

Begitu pentingnya cinta atau mababbah, yang cacat kalau kita cintai tetap senang terus melihatnya. Tapi secantik apapun bila tidak suka ada saja terlihat kelemahannya. Iman seseorang pun tergantung cintanya. Cinta ke Rasulullah dengan mwncintai cucu keturunannya dan ulama yang menjaga akidah turun temurun. Jangan sampai hadits ini bisa diplintir dengan membalikkan maknanya.

Dalam Halal Bihalal Wakil Cabang (MWC) Kecamatan Curug dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Curug, dan Silaturahmi Alim Ulama Nahdlatul Ulama, Apel GP Ansor dan Banser se-Kabupaten Tangerang di Ponpes Miftahul Khaer diasuh KH Hafis Gunawan SPd di Curug, Senin (9/7/2018),itu dihadiri Kapolres Kabupaten Tangerang Kombespol HM Sabilul Alif, serta berbagai unsur pemeintah dan masyarakat, Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya juga berpesan agar generasi muda harus terus menimba ilmu pengetahuan. Generasi muda NU berhijrah setelah meraih kebaikan seusai melalui bulan Suci Ramadhan dan bermanfaat bagi yang lain.

Kemana pengayom umat yaitu banser. Saya sangat prihatin. Berbeda dengan nabi ketika hijrah. Oleh karena itu saya minta santri bikin ide cemerlang, misalnya meminta izin gubernur, misalnya, dengan menanam tanah yang gundul untuk berhijrah. Selain neneriakkan Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar tapi juga membangun sekolah untuk memajukan pendidikan bangsa, bangun ekonomi yang bagus. Kalau sebelumnya kita punya hutang, tapi ketika ekonomi telah bangkit mereka yang ngutang pada kita.

Nabi sendiri membangun dunia ekonomi, ada Deklarasi Madinah. Bekal mengenal siapa Nabi ini dibawa ulama terdahulu. Saya menceritakan sejarah agar tahu ulama banyak yang mempelajari ilmu dan teknologi. Bukan tentang karomah-nya saja.

Bagaimana tentang ulama Sultan Hasanuddin dengan ilmu yang luar biasa di Banten. Mengadaptasi yang ada sebelumnya agar tidak ada benturan. Karena melihat akhlaknya, yang sebelumnya akhirnya menerima Islam secara damai.

Ketika sudah tak ada pun ulama terdahulu masih memberikan manfaatnya. Di makam ulama masih terasa dakwah ulama karena banyak yang mengaji dan berzikir. Di sekitar makamnya ulama yang telah mati masih bermanfaat bagi masyarakat karena hidup ekonomi kerakyatan.

Kejayaan Islam

Sebab di pundak generasi bangsa Indonesia ke depan mau maju atau tidak. Seperti teladan yang telah diberikan Nabi Muhammad SAW. Sepeninggalnya dulu, telah mempersiapkan umat sehingga kejayaan dalam ilmu pengetahuan dan manajemen yang rapi. Seterusnya Kejayaan Islam di bidang ekonomi, perairan, cocok tanam, ilmu medis yang sesuai di jaman itu. Sehingga dalam bidang kedokteran umat Islam khususnya Timur Tengah sudah lebih dulu maju.

Dulu Arab, Persia dan Cina sudah lebih dulu maju. Di Arab jauh sebelum adanya cesar manusia sudah lebih dulu ada cesar onta. Artinya kemajuan luar biasa. 3000 tahun SM dari Yastrib ke Timur Jauh (Cina) sudah ada dua jalan sutra, yang menghubungkannya India dan Ubekistan.

Perkembangan Timur Tengah dalam ekonomi luar biasa. Ilmu ekonomi, aljabar, perbintangan luar biasa. Mustahil tidak mengerti nahu-sorof. Sebelum negara lain berpakaian rapat, Tengah sudah rapih. Tapi, meski demikian maju mendapat predikat jahilliah. Yaman sejak dulu sudah maju, Belqis dan Abraha sebagai bukti otentik.

Di indonesia pun sudah mampu membuat Candi Borobudur dan Prambanan. Saya berfikir, bagaimana cara mengangkat batuannya. Apa perekat antar batu yang kuat meskipun ada gempa. Uniknya, susunan batu bata merah yang bersatu bagaimana bisa tidak berantakan kena meriam Portugis dan Belanda.

Para wali kita diberi ilmu dan perlindungan Allah dan ilmu yang diberikan pada para wali. Di Demak ada tiang kayu utuh dan tiang kayu tatal, disambung besi satu meter satu meter. Bukan saya tidak percaya karomah. Ternyata di Demak dulu masih lahan gambut, sehingga rawan goyah. Sunan Kalijogo membuat seperti agar bisa mengimbangi goncangan luar biasa. Jadi, jangan kira orang tua kita dahulu bodoh.

Timteng tidak bisa lebih maju karena di dunia Arab ada fanatisme antar kelompok atau bani dengan bani lain. Sesama mereka bertempur demi yang tidak artinya, atau hanya karena gengsi, sehingga sulit dipersatukan. Karenanya Nabi Muhammad SAW diturunkan di Tanah Arab untuk mempersatukan.

Tentang hajar aswad saja, ada bani yang merasa lebih terhormat dari yang lain. Ternyata, setelah Baginda Nabi hadir, semua kepala suku dikumpulkan dan hajar aswad ditaruh ditengah. Mereka percaya pada Nabi Muhammad memberi gelar Al Amin.

EDY TANJUNG

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply