SBY SEBAIKNYA TOLAK PERMINTAAN JADI KETUM PARTAI DEMOKRAT

Dalam rangka menjadikan partai politik modern SBY harusnya secara tegas menolak keinginan sebagian besar DPD Partai Demokrat yang memintanya untuk menjadi Ketua Umum. Sikap  bijaksana  perlu diambil untuk mendewasakan kader-kader partai untuk belajar bagaimana berorganisasi dengan baik dan benar. Momentum ini harus dijadikan SBY sebagai bentuk pembelajaran kepada kader democrat agar mereka bisa menyelesaikan permasalahan sepelik apapun, apalagi ini hanya terkait konflik sederhana yang tidak memerlukan energy besar menyelesaikannya. Banyak pihak meyakini bahwa Partai Demokrat dapat menyelesaikan konflik internalnya dengan baik justru kalau SBY bisa berperan sebagai  “orang tua yang adil” dengan memberikan kesempatan kepada siapapun kader partai yang memiliki integritas, kredibilitas dan kompetensi yang terbaik.



Beberapa kader partai yang kelihatannya memiliki nilai tinggi dikalangan pengamat adalah Marzuki Ali yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua DPR RI. Kemudian Saan Mustofa yang secara konsisten menampilkan sosok sebagai pembela Anas Urbaningrum dengan pembawaannya yang tenang dan ramah. Dan sebenarnya masih ada beberapa sosok lain seperti  Jero Wacik, Max Sopacua dan Syarif Hasan yang juga tidak diragukan kemampuannya memimpin Partai Demokrat untuk keluar dari krisis yang ada.

Dengan sikap dewasa tersebut, maka masyarakat bisa menilai dengan jelas bahwa SBY memang seorang negarawan tangguh yang bisa menempatkan dirinya dengan baik melalui perilakunya yang adil, santun dan cerdas.

Namun kalau sikap SBY justru sebaliknya, jangan salahkan masyarakat yang akhirnya menilai bahwa Partai Demokrat adalah sebagai partai SBY Fans Club atau juga Partai Keluarga Besar. Pernyataan ini sebenarnya sudah banyak disampaikan oleh pengamat yang mengingnginkan Indonesia menjadi negeri yang semakin maju dalam berdemokrasi.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Leave a Reply