LP CEBONGAN DISERANG, PERTAMA KAMI DALAM SEJARAH INDONESIA



Penyerangan oleh sekelompok orang bersenjata api dan granat ke LP Cebongan  Yogyakarta baru pertama kali dalam sejarah NKRI. Peristiwa ini menandai era baru dalam pelanggaran hukum di Indonesia, sampai-sampai banyak tokoh menyatakan “Indonesia Dalam Keadaan Bahaya”, karena kasus ini bukan hanya menghebohkan nusantara tapi juga hingga dunia internasional memberitakannya.

Kebiadaban 17 orang bersenjata ini memang luar biasa, dalam tempo singkat sekitar 15 menit saja mereka mampu masuk ke LP Cebongan dan “menghukum mati” 4 orang tersangka pembunuh Sersan Satu Santoso didepan ratusan narapidana lainnya dan para sipir penjara, sekaligus menghilangkan jejak dengan menghancurkan semua alat perekam keamanan (CCTV) yang ada di lembaga pemasyarakatan tersebut.

Banyak pihak menilai ada kejanggalan soal “penitipan tahanan Polda DIY”  tersebut dengan alasan Markas Besar Kepolisian Yogyakarta sedang mengalami rehabilitasi. Padahal untuk kasus empat tahanan yang telah membunuh  seorang anggota Kopasus tentu bukan perkara sederhana, saat konflik-konflik banyak berlangsung antara oknum polisi dan TNI di berbagai daerah. Terasa aneh ketika kepolisian sama sekali tidak menempatkan anggotanya di tempat kejadian.

Bukan rahasia umum lagi konflik antara oknum anggota TNI dan Polri di berbagai daerah semata-mata karena motif-motip ekonomi. Banyak persoalan muncul terkait “perebutan rezki” dengan dalih pengamanan di berbagai sector-sektor perekonomian yang ada di masyarakat. Nampak sekali elit kita menutup mata terhadap realitas yang ada di arus bawah. Saatnya benahi institusi militer dan kepolisian, agar mereka memahami dengan sesungguhnya untuk siapa dan kepada siapa mereka harus mengabdikan dirinya. Berikanlah contoh yang baik wahai para elit yang merasa dirinya hari ini sabagai pemimpin, baik di lingkungan pemerintahan, militer maupun kepolisian. Rakyat semakin muak dengan kondisi seperti ini.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Leave a Reply