IPJI Desak Kapolri Kaji Penangkapan Wartawan Ekspos Berita Mesum di Sidoarjo



Slamet Maulana

JAKARTA | Bantenlink — Kriminalisasi terhadap jurnalis terjadi lagi dan menimpa Slamet Maulana, (32), salah seorang wartawan media online di Surabaya, Jawa Timur. Pasalnya diduga hanya karena laporan, Arief Wiryawanto sebagai pengusaha karaoke X-2, pada Sabtu 12 Mei 2018, dirinya dicokok pihak Polres Sidoarjo yang ditengarai tanpa proses penyelidikan.

Informasi yang dikumpulkan bantenlink.com penangkapan Slamet Maulana berawal dari pemberitaan yang dibuatnya di salah satu media online mengenai adanya wanita penghibur di karaoke keluarga tersebut. Tak terima atas pemberitaan tersebut, pemilik perusahaan melaporkannya ke pihak kepolisian setempat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum (Ketum) Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), Taufiq Rachman, mendesak Kapolri mengkaji ulang penangkapan wartawan yang diduga tak sesuai prosedur. Sedangkan isteri wartawan yang ditangkap itu sudah menyurati Kapolri, Tito Karnavian,untuk meminta perlindungan hukum pada suaminya.

“Kami harapkan Kapolri menanggapi keluhan masyarakat terkait penangkapan dan penetapan tersangka yang diduga tanpa melalui proses penyidikan. Soalnya ini menyangkut perampasan hak azasi manusia,” papar Taufiq Rachman di Jakarta, Kamis (21/6).

Ekspos Berita Mesum

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang diterima media ini, Devi Widowati selaku istri Slamet Maulana, membenarkan telah mengirimkan surat kepada Kapolri, untuk meminta perlindungan hukum atas kasus yang menimpa suaminya. Diakuinya, permohonan itu disampaikannya karena merasa hak-hak suaminya diabaikan.

“Kamarin (Kamis), organisasi kewartawanan suami saya juga dilarang bertemu dan harus melalui izin Kasat Serse. Permohonan perlindungan hukum saya sampaikan terkait kronologi peristiwa suami saya yang ditangkap atas laporan Arief Wiryawanto, Manager X-2 Family Karaoke pada Senin, 15 Januari 2018 lalu,” beber Devi.

Ditambahkannya, awal kejadiaan naas mendera suaminya seusai mendapat informasi tentang adanya wanita diduga penghibur di X-2. Suami Devi pun melakukan cross check dengan bertemu dengan manager perusahaan karaoke.

“Pada Desember 2017 hingga Januari 2018 suami saya menulis hasil investigasinya tentang adanya wanita penghibur yang bisa diajak mesum di dalam kamar tempat karaoke, dibuktikan foto adegan pornografi. Agar berita berimbang sanggahan pihak X-2 juga disertakan,” terang Devi.

Ironisnya, ungkap Devi lagi, manager X-2 tidak menerimanya, dan mewakilkan pada pengacara bernama Prayi. Saat bertemu, pengacara X-2 tersebut lalu meminta Slamet Maulana agar menghapus berita yang sudah sudah ditayangkannya di media online sekaligus menghentikan pemberitaan soal X-2. Namun ditolak suami Devi sampai akhirnya ada laporan Arief Wiryawanto pada Polres Sidoarjo.

TIM

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply