Tak Peka, Cabup Tangerang Borong Makanan untuk Digratiskan, Tukang Es dan Mainan Gigit Jari



Tukang mainan yang tidak diborong untuk digratiskan pada halal bi halal calon bupati Tangerang

Rangkaian acara halal bi halal calon bupati

TANGERANG | BantenLink — Sekitar 500 warga diantaranya pengurus, kader dan relawan calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, Senin (18/6/2018) menghadiri halal bihalal di kantor DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Tangerang, di jalan raya Syekh Nawawi-Tigaraksa, Kelurahan Matagara, Kecamatan Cikupa.

Kegiatan ditandai pembacaan doa oleh KH Rosidi dan saling bersalaman dengan iringan shalawat bersama itu, juga menyediakan makanan gratis seperti bakso, soto, bakmi dan ketoprak. Sayangnya, kegiatan yang dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Taufik, Sekretaris Zaini, perwakilan parpol, LSM/Ormas, jurnalis, anak-anak dan relawan calon tunggal pada Pilkada tersebut, membuat pedagang mainan kecewa, karena tidak termasuk yang “dibayari” pelaksana.

“Kami tidak termasuk yang dibayar untuk digratiskan,” ujar seseorang pedagang mainan rakyat “baling-baling” yang enggan menyebutkan namanya dengan wajah sedih memelas. Hal yang sama disampaikan pedagang “tembak-tembakan balon”. Selain itu, tampak pula raut wajah muram pedagang es krim lantaran dagangannya kurang laku, akibat tidak termasuk yang dibayari.

Ternyata, pada acara dari pagi hingga siang hari itu, bukan hanya pedagang yang bersedih, tapi beberapa jurnalis sempat terlihat tertegun saat A Zaki Iskandar menyampaikan sambutan. Meskipun menyampaikan terimakasih pada LSM dan dan wartawan, sayangnya incumbent yang berhadapan bumbung kosong (kolom kosong) ini seperti kurang kontrol diri dalam berbicara. Ia sempat menyilahkan wartawan untuk menyicipi makanan gratis, namun ironisnya bahasa yang disampaikannya kemudian tidak mengena sebagai calon bupati yang mengharapkan suara rakyat.

Alhamdulillah, suasana halal bi halal dibuat seperti pesta rakyat. Kalau lagi lebaran makanan ketupat sudah bosan, maka bakso dan bakmi mudah-mudahan tidak membosankan. Bagi wartawan silahkan makan, tapi tidak ada amplopnya, karena dilarang politik uang,” kata A Zaki Iskandar seperti asal cuap.

Perkataan seperti ini dianggap tidak tepat disampaikan calon bupati. Meski beberapa jurnalis menanggapinya tertawa, namun seorang jurnalis yang enggan menyebutkan namanya menyebutkan ucapan tersebut tidak pantas disampaikan A Zaki Iskandar.

“Ini lelucon yang tidak lucu diucapkan calon Bupati Tangerang. Kalau mau mengungkapkan hal ini seharusnya jangan di muka umum. Ini menandakan rendahnya kepekaan dan kurangnya menjaga etika seorang calon pemimpin,” kata jurnalis tersebut. Seraya menambahkan membuat malu pewarta seolah minta, ia akhirnya menyatakan malas untuk mewawancarai calon bupati yang terkesan arogan dengan wartawan itu.

Ingatkan Pilkada

Dalam kesempatan itu A Zaki Iskandar menyampaikan pesta demokrasi Kabupaten Tangerang tinggal 9 hari lagi. Di acara halal bihalal itu atas nama pribadi dan DPD Partai Golkar dirinya juga mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri dan mohon maaf lahir-batin pada segenap hadirin.

“Sembilan hari lagi pesta demokrasi rakyat. Kemenangan kita adalah kemenangan Kabupaten Tangerang. Mudah-mudahan lima tahun lagi Kabupaten Tangerang bisa lebih maju di sektor pendidikan dan lain-lain. Untuk itu, yang hadir agar menyampaikan pada keluarga, lingkungan dan masyarakat menyukseskan Pilkada. Kalau tidak diingatkan nanti lupa,” tandasnya.

EDY TANJUNG

Tukang mainan yang melamun karena dagangannya tidak diborong calon bupati untuk digratiskan

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply