Pemerintah Diminta Cek dan Tunda Pembayaran Rehab SMPN 2 Legok



Rehab 2 ruang kelas SMPN 2 Legok

TANGERANG | Bantenlink — Inspektorat Kabupaten Tangerang harus serius mengecek perbaikan gedung SMPN 2 Legok, di RT 001/005 Desa Bojongkamal. BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) pun agar menunda pembayaran biaya karena diduga tidak sesuai spesifikasi.

Pasalnya, rehab berat senilai Rp 185 juta diduga dikerjakan dengan rehab ringan, yang ditengarai berpotensi banyak kelebihan biaya yang tersisa. Dengan pemantauan ektra ketat menghitung kembali anggaran biaya, diharapkan dapat menghemat keuangan yang dikucurkan Pemerintah.

Direktur LSM MARA, Edy SSos, yang memantau langsung proses pengerjaan rehabilitasi, menduga banyaknya kejanggalan yang dilakukan pihak sekolah selaku pengelola rehabilitasi berat berasal dari Dana Alikasi Khusus (DAK) itu.

“Kami usulkan pihak Inspektorat segera menindaklanjuti pengawasan eksternal dengan menghentikan sementara kegiatan perbaikan dua ruang kelas SMPN 2 Legok. Sekaligus meminta BPKAD menunda sementara pembayaran biaya untuk tahap 1 dan 2, agar tidak masuk ranah hukum,” tegas Edy, Senin (11/6/2018).

Dijelaskannya, perbaikan dua ruang kelas dengan kategori rehab berat berbiaya mahal itu diduga tidak banyak yang diperbaiki. Tampaknya hanya memelester dinding dengan sapuan semen cair, memasang keramik dan memgecat saja. Sedangkan atap, plafon dinding kusen nyaris tidak ada perbaikan signifikan.

“Kalau ditaksir-taksir, biaya kategori rehab ringan untuk dua ruang kelas itu diduga cuma menelan biaya Rp 100 juta, atau masing-masing senilai Rp 50 Juta. Berarti diduga ada selisih anggaran Rp 85 juta, yang sebenarnya bisa dimanfaatkan sekolah lain yang lebih membutuhkan,” imbuhnya.

Edy menyebutkan Dinas Pendidikan agar lebih teliti dalam proposal dan menentukan mana perbaikan sekolah yang dikategorikan rehab berat atau rehab kecil, sehingga tertutup kemungkinan pengelola sekolah bisa korupsi dan meraup keuntungan pribadi dari perealisasian proyek.

Sementara itu saat Kepala SMPN 2 Legok, akan dikonfirmasi dan klarifikasi pada Sabtu 9 Juni 2018, sedang tidak ada di kantornya. Tim kontrol sosial dilayani yang mengaku Humas sekolah bernama Sumarna. Dia menyeebutkan, sekolah tersebut miliknya dan tahu mana yang diperbaiki.

“Pokoknya speknya ada. Tapi sayalah yang tahu apa yang diperbaiki,” kilah Sumarna sambil tiba-tiba menyodorkan amplop yang secara tegas ditolak tim kontrol independen yang sedang menjalankan tugasnya.

EDY TANJUNG

Foto-foto kegitan rehab berat SMPN 2 Legok yang diduga tidak sesuai spek

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply