Dirbinmas Polda Metro Jaya Nilai Pemenang Siskamling Mewakili Polres Tangsel di Kampung Carangpulang



Dirbinmas Polda Metro Jaya, AKBP Haris Yulianto saat penilaian lomba siskamling yang diikuti Polres Tangerang Selatan di Kampung Carangpulang, Kelurahan Bojongnangka, Kecamatan Kelapadua, Kabupaten Tangerang, Rabu (6/6/2018)

Rangkaian kegiatan lomba Siskamling tingkat Polda Metro Jaya di Kampung Carangpulang, Kelurahan Bojongnangka, Kecamatan Kelapadua, Kabupaten Tangerang, Rabu (6/6/2018)

TANGERANG | BantenLink — Muspida, Muspika dan warga kampung Carangpulang RT 01 RW 01, Kelurahan Bojongnangka, Kecamatan Kelapadua, Kabupaten Tangerang merasakan kegembiraan karena mendapatkan Juara I pada lomba sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) dan Pengamanan (Pam) Swakarsa dari Kepolisian Resor (Polres) Tangerang Selatan (Tangsel).

Dan pada Rabu 6 Juni 2018, malam, Kepolisian Daerah (Polda Metro Jaya) melakukan penilaian pada lomba di Tingkat Polda. Kegiatan Lomba tersebut yang berlangsung marak namun hikmat tersebut dihadiri oleh Direktur Pembinaan Masyarakat (Dir Binmas) Polda Metro Jaya, AKBP Haris, Kepala Satuan (Kasat) Binmas Polres Kota Tangerang Selatan AKP Vilawati, Camat Kelapadua Dadan Gandana, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kelapadua Kompol St Luckyto AW, Komandan Rayon Militer (Danramil) Curug Kapten Invanteri Munajat, Wakil Kapolsek Mansuri,Ketua Forum Lintas Agama Madsari Lurah Bojongnangka Angga Yulianto, Lurah Kelapadua Kurnia, Kepala Desa Curugsangereng Sukron, Tokoh masyarat Bojongnangka M Soleh SP,para pengurus LPM, Karang Taruna, dan pengurus organisasi kemasyarakatan (Ormas) Front Pembela Islam (FPI).

Kegiatan tersebut ditandai dengan menyanyikakan lagu Indonesia Raya dan secara bersama-sama dan pembacaan doa. Dilanjutkan dengan seni tari pemberian kentongan secara simbolis kentongan kepada Dirbinmas serta pertunjukan fragmen tentang pencurian seekor ayam warga yang tertangkap dan diamankan petugas siskamling sebelum akhirnya menghubungi dan menyerahkan pada pihak yang berwajib.

Dalam sambutannya Camat Kelapadua Dadan Gandana mengharapkan Desa Bojongnangka selaku yang mewakili lomba Siskamling dan Pam Swakarsa Kota Tangerang Selatan bisa meraih kemenangan kembali dari lombadi tingkat Polda Metro jaya, sehingga akan diperlombakan kembali di tingkat Nasional. “Semoga bapak Dirbinmas Polda Metro Jaya akan balik lagi ke tempat kami pada lomba tingkat nasional,” harap Camat Dadan Gandana.

Lebih jauh diungkapkannya, sebelum ada kegiatan pihaknya sudah mewacanakan dari usulan masyarakat. Bahkan seminggu dua kali mengadakan penilaian penilaian pos kambling unggulan. Setelah dijajaki sebelumnya dengan penilaian yang berjalan natural atau tidak dibuat-buat.

“Inilah bentuk poskamling yang benar jadwal kelilingnya dan masih murni oleh masyarakat sejak dahulu kala oleh masyarakat yang merintisnya. Dulu, ada gardu sekarang berubah menjadi Poskamling. Kegiatannya bekerjasama warga dengan melibatkan Karang Taruna. Ibu-ibu menyiapkan makanan dan berperan aktif untuk bisa menjadi bernilai lebih dalam penilaian di tingkat Polda. Selain itu, semua Poskamling di wilayah Kecamatan Kelapadua sudah bagus, dilaksanakan warga dengan bergiliran, meskipun di perumahan dilakukan oleh satuan pengaman (satpam). Namun kami memohon maaf kalau ada keterbatasan,” papar Camat Kelapadua.

Ditambahkannya, diluar Poskamling, kecamatan Kelapadua merupakan satu-satunya kecamatan yang memiliki forum lintas agama, yang didalamnya ada warga beragama Islam, Kristen,Hindu, Budha, dan Konghucu yang memadukan potensi yang ada, sehingga situasi dan kondisi kondusif tanpa gesekan berarti. Kalau ada permasalahan bukan hanya menjadi tugas pemerintah tapi masyarakat dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang mudah-mudahan menjadi amal kita semua.

Dirbinmas Lakukan Penilaian dan Pembinaan

Dirbinmas Polda Metro Jaya, AKBP Haris Yulianto menanggapi sambutan Camat Kelapadua mengatakan wilayahnya, dengan warga masyarakat yang beragam agamanya, dalam mengucapkan salam harus lengkap salamnya karena ada 6 agama. Sesaat sebelum mwngecek Poskamling Kampung Carangpulang dirinya mengaku senang dapat bertatap muka dalam Lomba Siskamling Polda Metro Jaya.

“Jumlah rasio polisi dan masyarakat idealnya 1: 200, tapi di Polda Metro Jaya hanya 1:1000, sehingga dalam mengoptimalkan Kamtibmas, karena jumlah polisi sedikit, harus dibantu Polsus seperti Satpol PP dan Penyidik PNS serta pengamanan oleh masyarakat. “Setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban dalam pertahanan dan keamanan dalam bentuk pengamanan (pam) swakwarsa. Pam Swakarsa dilakukan atas kemauan dan biaya sendiri. Kita bersyukur di Kampung Carangpulang Siskamling masih murni dilakukan masyarakat. Nanti saya cek poskamling-nya. Karena idealnya berukuran 4×6 meter dan memiliki sekat, ada sarana kebersihan seperti wc, perlengkapan dan masyarakat mempunyai kemampuan dalam pengamanan,” beber Dirbinmas Polsa Metro Jaya.

Soal siskamling, lanjut Haris Yulianto, jangan sampai kalau ada bom baru aktif siskamling, atau baru aktif karena ada sahur. Padahal kalau kita lengah berbahaya. Untuk keamanan Haris berpesa harus rutin menjalankan dan dirinya menyatakan akan melihat langsung, dan mudah-mudahan bisa maju untuk lomba tingkat nasional.

“Dengan adanya 3 RT di Kampung Carangpulang dengan 5 pintu masuk langkah-langkah yang dilakukan membuat jalan keluar satu pintu dan diportal. Nanti saya akan cek apakah ada kentongan, HT (handy talky), borgol, alarm (modern), senter, payung, jas hujan, kotak P3S serta data wilayah. Mencegah kebakaran harus ada karung dan pasir, mengerti ketukan kentongan saat terjadi kebakaran, kalau ada pencurian, ada kecekalaan lalulintas, ada keributan, dan ketukan keadaan dalam keadaan aman. Selain itu perli peran Babinkamtibmas dan Babinsa dalam memberikan pelatihan bagaimana cara memgamankan orang, cara memborgol, cara bawa dan langkah-langkah penangan segera,” kata Haris Yulianto lagi.

Diujung acara dia berpesan Babinkamtibmas, jika ada kejadian laporan warga, agar cepat ke TKP mengecek kebenaran laporan. Kalau ada korban masih hidup harus segera membawa ke rumah sakit, sedangkan kalau ada yang meninggal harus melaporkan dan mengamankan TKP (tempat kejadian perkara) serta warga tidak boleh masuk TKP. Kegiatan tersebut diakhiri dengan cara mengatasi bahaya kebakaran yang ditimbulkan kompor gasserta diteruskan acara ramah-tamah dan makan bersama.

EDY TANJUNG

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply