Cuma Satu Pilihan Sekolah, Masuk SMAN 3 Berdasar UN dan KK



Dedi Hidayat

TANGERANG | BantenLink — Dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 14 Tahun 2018, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkatan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dilaksanakan lebih ketat dari tahun sebelumnya.

Pasalnya, tidak seperti PPDB tahun 2017 yang bisa memilih dua sekolah, pada tahun ini para calon siswa hanya bisa memilih satu sekolah, sehingga jika sebelumnya diterima di sekolah yang dianggap cadangan tidak bisa pindah lagi ke sekolah favorit yang dituju.

Kepala SMA Negeri 3 Kabupaten Tangerang, Dedi Hidayat, mengemukan hal itu bantenlink.com saat bertemu di kantornya pada Senin 4 Juni 2018.

“Ini amanat Permendikbud, bukan kata saya. Rekan LSM dan wartawan agar bisa menyampaikannya pada masyarakat,” katanya.

Lebih jauh disebutkan Dedi Hidayat, dengan terbitnya Permendikbud tentang PPDB tingkat SMA tahun 2018, memiliki nilai adanya kepastian dalam memilih sekolah. Siswa yang telah lulus di satu sekolah negeri tidak mungkin pindah ke sekolah lainnya dalam satu daerah (zonasi).

“Yang pasti, dengan adanya peraturan PPDB yang baru itu mengharuskan calon siswa mendaftar sesuai nilai Ujian Nasional dan prestasinya,” tambah Dedi Hidayat.

Selain itu, lanjutnya, pada pendaftaran yang dilakukan secara online itu diberlakukan zona kabupaten/kota setempat.

“Jadi calon siswa harus penduduk setempat yang dibuktikan dengan tercatat minimal enam bulan di Kartu Keluarga (KK). Jadi nggak mungkin KK dibuat secara mendadak,” terangnya lagi.

Menyinggung soal pelaksanaan program wajib belajar 12 tahun, tentang tanggung jawab pemerintah anak harus sekolah tanpa pungutan, Dedi mengungkapkan pihaknya menunggu regulasi dari Pemerintah Provinsi.

“Untuk pelaksanaan wajib belajar 12 tahun, kita mengikuti kebijakan Pemprov Banten,” tandasnya.

EDY TANJUNG

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply