Kritik Pemerintah Soal Empowering, Protecting, Character Building dan Social Engineering



TANGERANG | BantenLink — Birokrat senior Kabupaten Tangerang, Dedi Sutardi, mengajak aktivis LSM mengkritisi kinerja pemerintah.

Purnabakti yang mengabdi kembali menjadi Staf Khusus Bupati dan Kepala BNK Tangerang ini mengungkapkan, kegagalan pemerintah (daerah) karena tidak jelas yang dilakukannya.

“Dan LSM mengkritisi jangan case per case. Tapi komplit apakah pemerintah telah melakukan empowering, protecting, caracter building dan social engineering,” katanya.

Kepada bantenlink. com  , Jumat (1/5/2018), disampaikannya dirinya telah pensiun per akhir Februari 2018 dan diminta Bupati A Zaki Iskandar (sebelum cuti) bekerja kembali di birokrasi pada Maret 2018.

Menurutnya, semua yang dilakukan pemerintah  harus bermanfaat bagi masyarakat. Kegagalan selama ini, tambahnya, karena tidak jelas apa yang dilakukan pemerintah.

Kualitas Pemimpin

Pada bagian lain,  terkait pasangan calon kepala daerah  Kabupaten Tangerang yang tanpa lawan, Dedi Sutardi menilainya sebagai sebuah kerugian besar pada kualitas pemimpin daerah nantinya.

“Zaki (calon Bupati Tangerang), tidak mimpi dan rugi besar sebagai calon tunggal, karena harus mencari 50 persen suara plus satu suara,” ujarnya.

“Rugi jika calon kepala daerah tak ada lawan. Kalau lawannya tiga, perolehan 40 persen suara sudah menang. Kerugian lainnya, dari segi pencarian kualitas pemimpin, masak tidak berantam tapi menang,” kata Dedi.

Adanya calon tunggal, lanjutnya lagi, karena tidak ada keberanian partai dan gagal mencari kader. Harusnya mencari orang terbaik di seluruh Indonesia.

“Kepala daerah tidak harus orang partai,” tegasnya.

Diingatkan  Dedi, agar tak ada kepentingan seharusnya ada sekat. Orang partai tetaplah jadi politisi, tak usah mau jadi presiden atau jadi kepala daerah. Cukup jadi politisi dari daerah hingga nasional, urainya.

“Kalau politisi ya politisi saja. akademisi, ya akademisi saja. birokrasi, ya birokrasi saja. Yang penting dilakukan semua yang dilakukan harus bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Birokrat mantan Kepala Pasar Malabar, Kepala BKD, Kepala Dinas Binamarga, staf ahli bupati bidang hukum dan politik, Kepala Bappeda dan Kepala Inspektorat ini menasehati siapapun jika bekerja dengan baik ganjarannya akan masuk surga.

“Politisi yang baik, birokrasi yang baik, dan lainnya, imbalannya juga masuk surga. Ulama pun cukup bekerja  untuk mengajak umat masuk surga,” lanjutnya.

Ditandaskannya, bohong banget orang mengaku multi talents. Gak jelas itu. Orang Indonesia tergiur banget jadi pemimpin. Kalau bukan ahlinya tunggu saja kehancuran.

EDY SYAHPUTRA TANJUNG

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply