BNK Tangerang di Bonang: Kejahatan Narkoba Lebih Berbahaya daripada Korupsi dan Teroris



Sosialisasi BNN Kab Tangerang di Kelurahan Bojongnangka

KAB TANGERANG | BantenLink — Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tangerang, Dedi Sutardi menjadi narasumber pada penyuluhan narkotika dan obat-obatan (narkoba), di lapangan volly Kelurahan Bojongnangka (Bonang), Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Selasa (29/5/2018).

Dedi Sutardi menyebutkan, ada tiga kejahatan yang masuk Kejahatan Luar Biasa (KLB) yakni korupsi, teroris dan narkotika, yang penanganannya diperlukan badan yang luar biasa pula, seperti KPK, BNPT dan BNN.

“Dari ketiganya yang paling berbahaya adalah kejahatan narkotika, karena yang diserang siapa saja, baik anak kecil maupun orang dewasa, pada umumnya generasi muda dan usia produktif,” paparnya.

Dedi menambahkan, efek bahaya narkoba seperti domino. Misalnya, seorang supir pengguna bisa membahayakan penumpang dan pemakai jalan lainnya, atau petugas imigrasi bisa membuat kejahatan memasukan tenaga ilegal atau narkotik, karena petugas tersebut sudah tercandu.

“Seorang yang telah tercandu akan melakukan apa saja bila sedang sakau. Orang Indonesia sendiri seperti sedang dihancurkan terutama generasi mudanya. Terbukti sudah ditemukan berton-ton narkoba, maka kita semua khususnya orang tua harus terus waspada,” imbuh Dedi.

Lebih jauh katanya, yang perlu diwaspadai oleh orang tua pada anaknya yakni ciri ciri hobby merokok, malas, sering bolos sekolah dan suka mencuri uang.

“Bila yang terkena dibawah umur maka yang bertanggung jawab atas perbuatan pemakai adalah orang tuanya, untuk itu orang tua wajib lapor apabila anaknya terindikasi Narkoba. Pemerintah akan melakukan Rehabilitasi untuk korban pemakai,” beber Dedi lagi.

Untuk meminimalkan predaran narkotik, lanjutnya, diminta seluruh warga agar jangan mengkonsumsi sehingga produsennya akan bangkrut. Karena hukumnya haram, diperlukan adanya pendekatan agama melalui ceramah dari ustadz. Tentunya perlu penyebarluasan melalui ceramah tentang bahaya narkoba.

“Semua pihak harus membantu program Pemda Tangerang tanpa narkoba,” tandas Kepala BNK Tangerang itu.

Dihadiri Tokoh Bonang

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Sekcam, Lurah, Binamas, Kepala Pospol, Babinsa. para ketua RW, Karang Taruna, Puskesmas, LPMK dan tokoh masyarakat.

Sementara, Lurah Bojongnangka, Angga, menyampaikan, bahwa wilayahnya merupakan wilayah terpadat dengan jumlah 35 RW dan 223 RT. Menurutnya sangat mengkhawatirkan dab rawan dari tindak kejahatan penyalahgunaan dan peredaran narkoba

“Sosialisasi ini diadakan agar kita semua dapat membuka wawasan tentang narkoba yang sangat membahayakan itu. Bahkan mengerikannya, efeknya lebih bahaya dari kejahatan teroris. Untuk itu mari kita mewaspadai kejahatan narkotika di lingkungan masing-masing,” ajak Angga kepada peserta.

EDY TANJUNG

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply