ANIS MATTA GANTIKAN LUTHFI SEBAGAI PRESIDEN PKS



Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui Ketuanya Hilmi Aminudin mengumumkan secara resmi Muhammad Anis Matta sebagai Presiden PKS yang baru menggantikan Luthfi Hasan Ishak yang resmi ditahan sebagai tersangka kasus suap oleh KPK. Penggantian dilakukan oleh 99 anggota Majelis Syuro yang bersidang untuk memutuskan pengganti Luthfi setelah yang bersangkutan mengundurkan diri saat KPK akan menahannya di Guntur.

Dengan ditetapkannya sebagai Presiden PKS, Anis Matta menyatakan pengunduran dirinya sebagai Wakil Ketua DPR yang selama ini dipegangnya.  Sedangkan jabatan Sekretaris Jenderal yang hampir tiga periode dipegangnya, Majelis Syuro memutuskan diserahkan kepada Muhammad Taufik Ridho.

Pergantian yang sangat cepat dilakukan Majelis Syuro untuk menghindari kekosongan kepemimpinan, sehingga DPP PKS bisa segera menjalankan tugas dan kewenangannya secara normal.  Sebelumnya nama Hidayat Nurwahid yang saat ini menjadi Ketua Fraksi PKS di DPR sempat muncul untuk menggantikan Luthfi . Namun Hidayat yang  sebelumnya juga pernah menjabat satu periode sebagai Presiden PKS akhirnya tidak terpilih untuk kedua kali memimpin organisasi politik yang selalu mengedepankan jargon “Bersih dan Peduli” ini.

Banyak pengamat menilai, kasus yang melibatkan Lutfi Hasan Ishak berpengaruh besar terhadap internal kader yang ada. Dikhawatirkan militansi anggota yang selalu siap berkorban untuk kepentingan dawah ini  akan semakin merosot. Begitu juga simpatisan partai yang selama ini menganggap bahwa partai ini punya komitmen keislaman yang tinggi semakin diragukan kenyataannya. Para pengamat melihat beratnya upaya mengangkat citra PKS kedepan ketika kehidupan pilitik di Indonesia dihadapkan pada pragmatisme politik yang mengedepankan materi.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Leave a Reply