Dirjen Dukcapil: Polisi Sudah Minta Keterangan Pembawa KTP Berceceran di Bogor



Dirjen Dukcapil Zudan Arif

JAKARTA | BantenLink — Dua kemasan KTP elektrik untuk wilayah Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan yang tercecer dari mobil pengangkutnya dari gudang penyimpanan sementara di Pasarminggu ke Gudang Kementerian Dalam Negeri di Semplak Bogor, Jawa Barat, sedang ditangani Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Bogor. Supir kenderaan dan beberapa staf Kemendagri yang mengawal pengangkutan KTP elektrik yang dinyatakan rusak tersebut kini dalam pemeriksaan pihak yang berwajib untuk dimintai keterangannya.

Sebelumnya, kabar viral di media sosial, sejumlah KTP elektrik ditemukan beberapa warga tercecer di Jalan Raya Salabenda, Semplak, Kabupaten Bogor. Atas dugaan keteloran petugas Kemendagri itu, membuat Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil), Zudan Arif, akhirnya angkat suara untuk mengklarifikasinya.

Disebutkannya, pengecekan dengan secepatnya dilakukan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Dukcapil, I Gede Suratha, di tempat kejadian perkara bekerjasama dengan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Kemang dan Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Bogor.

“Dari pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa KTP elektrik yang tercecer tersebut adakah barang yang rusak atau invalid. Saat itu dalam perjalanan dari gudang penyimpanan sementara di Pasarminggu menuju Gudang Kemendagri di Semplak, Bogor,” beber Zudan Arif.

Dirjen Dukcapil menambahkan, seluruh KTP elektrik yang ditemukan masyarakat itu terjatuh dari mobil pengangkut. Namun saat ini sudah diamankan dan dibawa ke Gudang Penyimpanan Kemendagri di Semplak.

“Petugas Kementerian Dalam Negeri yang melaksanakan pemindahan barang tercecer dari berupa KTP elektrik yang dibawa dari tempat penyimpanan sementara di Pasarminggu ke Gudang Kemendagri di Semplak itu kini menjadi saksi di kepolisian, ” imbuhnya.

Zudan menambahkan lagi, terkait berapa jumlah KTP-el yang rusak atau invalid tersebut dibawa ke Semplak belum dapat dipastikan, kecuali hirungan sebanyak 1 dus dan seperempat karung.

“Jumlahnya bukan berkarung-karung seperti yang dikabarkan. Dan hingga kini belum bisa dihitung berapa keping jumlahnya, karena merupakan gabungan dari sisa-sisa pengiriman sebelumnya,” ungkapnya lagi.

Ed/Ist

Sejumlah KTP elektrik tercecer dari angkutan Kemendagri yang ditemukan warga di Semplak Bogor, Jawa Barat

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply