Agenda Bukber NU Curug: Dibawah Naungan NKRI Lawan Radikalis dan Teroris



Foto bersama seusai buka puasa bersama dalam rangka silaturrahmi dan konsolidasi MWC Nadlatul Ulama Curug, Jumat (25/5/2018)

Pengasuh Ponpes Miftahul Khaer bersama ulama Nadlatul Ulama KH Mustofa yang sudah sepuh dan kiai muda

TANGERANG | BantenLink — Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pengaruh radikalisme dan ancaman terorisme, menjadi agenda utama para ulama pesantren Nahdlatul Ulama (NU)  dan warga nadliyin di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

Hal ini terungkap, di sela berlangsungnya buka puasa bersama dan konsolidasi yang diadakan majelis wakil cabang (MWC) NU, Jumat (25/5/2018). Hadir dalam kesempatan yang digelar di rumah makan Pondok Bambu di wilayah  setempat tokoh ulama sepuh tokoh ulama muda yang menjadi pengasuh pondok pesantren, para nahdliyyin serta unsur GP Ansor dan Banser.

Dalam penguatan agenda MWC NU Curug direncanakan akan mengundang ulama kharismatik KH Habib M Luthfi dari Pekalongan, yang diharapkan dapat hadir dalam pelantikan pengurus pada 20 Juli 2018. Selain itu, para nahdliyyin diharapkan untuk terus mengedepankan nilai-nilai ahlusunnah waljamaah dengan membuat merek (plang-nisasi) NU di setiap kantor pengurus  ranting yang ada  di setiap desa atau kelurahan.

Tak hanya itu, terungkap dalam kesempatan tentang radikalisasi yang mengarah tindakan teroris oleh kaum tengah disinyalir kalangan urban yang belajar dan memiliki pengetahuan agama dari internet dan dalam berpolitik sifatnya transaksional. Karenanya, ulama NU dan nahdliyyin senantiasa dalam posisi  membela negara secara bersama-sama melawan pengaruh radikalisme luar yang mengancam NKRI tersebut.

Dalam kesempatan itu  Rois Suriyah MWC NU Curug yang juga tokoh ulama muda, KH Hafis Gunawan SPd, mengatakan pada kegiatan yang dihadiri Kapolsek Curug dan ulama kharismatik seperti KH Babay al Anbari, KH Mustofa, tokoh ulama muda serta nahdliyyin bersatu-padu dalam rangka mempererat silaturrahmi.

“Kegiatan ini sebagai silaturrahmi ulama, antar pengurus MWC NU dan nahdliyin serta seluruh pengurus ranting yang terdapat di desa atau kelurahan yang ada di Kecamatan Curug. Terlebih sebagai konsolidasi menjelang pelantikan pengurus yang akan diadakan pada 20 Juli mendatang,” papar KH Hafis Gunawan.

Ditambahkannya, selain sebagai konsolidasi dan buka puasa bersama kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka meningkatkan semangat berjuang menjaga ajaran ahlusunnah waljamah, serta membangkitkan gerakan NU dalam naungan NKRI.

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Khaer itu menambahkan, acara  dihadiri tokoh ulama sepuh seperti KH Babay al Anbari dan KH Mustofa  sekaligus sebagai wujud kebangkitan kiprah NU dalam berpolitik  dan membela negara oleh kalangan nahdliyyin dalam naungan NKRI.

Senada, Ketua Tanfidziah H Fahmi Irhami MHum, didampingi Sekretaris MWC NU Kecamatan Curug Asdiansyah SH, mengatakan, acara buka bersama juga dilakukan dalam kerangka konsolidasi dan memjalin ukhuwah antar ulama dan nahdliyyin, apalagi dengan pesatnya perkembangan Ponpes yang ada di Curug dengan kemajuan para-para santrinya berkiprah pada negara.

Saat bantenlink.com menanyakan berapa banyak jumlah ulama yang ada di kecamatan Curug saat ini, H Fahmi Irhami menyebut tidak nisa menjawabnya karena agak sulit mendata ulama yang ada. Alasannya, meskipun rutin bersilaturahmi dan konsolidasi, namun kenyataannya ada anggota yang terdaftar dan tidak terdaftar.

“Namun ulama yang bernaung di MWC NU Curug diperkirakan ada 99 persen yang merupakan  penduduk asli atau pribumi.  Semuanya kompak berkat adanya silaturrahmi dan konsolidasi ulama sepuh seperti KH Babay al Anbari dan KH Mustafa serta KH Hafiz Gunawan selaku ulama muda yang potensil dan menjadi pemimpin pondok pesantren,” ungkapnya.

EDY SYAHPUTRA TANJUNG

Pose bersa beberapa pengurus MWC NU

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply