LAGI, GILIRAN PRESIDEN PKS YANG TERLIBAT KASUS KPK

Baru saja selesai kasus yang melibatkan politisi PKS terkait pemerasan di perusahaan Negara berdasarkan laporan Menteri BUMN Dahlan Iskan, kali ini yang tersandung perkara dengan KPK justru orang nomer satu di PKS yang selalu mempublikasikan “partai bersih” dalam setiap pembicaraannya.

Tidak tanggung-tanggung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menjebloskan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq ke penjara KPK di Guntur.  Anggota Komisi I DPR ini langsung ditetapkan tersangka dengan dugaan suap terkait rekomendasi kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian.  Langkah cepat KPK dimaksudkan agar tersangka tidak menghilangkan barang bukti atau melarikan diri.  Diberitakan, Ahmad Fathanah yang diduga merupakan teman Dekat Luthfi ditangkap langsung oleh KPK setelah menerima uang 1 Miliar rupiah dari Arya dan Juard dari PT Indoguna Utama yang merupakan perusahaan importer daging sapi.



Kedekatan Luthfi dengan Ahmad Fatanah dibenarkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Wiayah PKS Sulawesi Selatan Akmal Pasluddin. Dikatakannya, kedua orang tersebut dekat karena sama-sama sekolah di Riyadh, Arab Saudi.

Juru bicara KPK  Johan Budi menegaskan kembali  bahwa, mereka memiliki bukti kuat pertemuan antara Luthfi dan Fathanah terkait pemberian uang suap tersebut.  Jadi alat bukti menjerat Luthfi tidak semata hanya dari hasil operasi tangkap tangan saja.  KPK tambahnya, sebenarnya  sudah cukup lama KPK mengumpulkan bukti  dengan mengikuti pergerakan Ahmad Fathanah.

Usia diperiksa KPK, Luthfi Hasan Ishaq langsung mengundurkan diri sebagai Presiden PKS. Untuk mengantisipasi kekosongan, Majelis Syuro PKS yang berjumlah 99 orang sedang mempersiapkan pertemuan untuk pengganti Luthfi.  Persyaratannya adalah kader yang telah menjadi anggota Majelis Syuro, dan sudah ada beberapa nama yang dibahas.”Diharapkan jumat ini (1/1) sudah diumumkan”, tegas Ketua  Majelis Syuro PKS Hilmi Aminudin.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Leave a Reply