Jaringan Kotak Kosong Klaim Tingkatkan Partisipasi Politik: Bukan Momok!



Jaringan Kotak Kosong sendiri sebenarnya merupakan keuntungan bagi KPU, karena turut mensukseskan Pilkada. Jadi seharusnya jangan malah dibikin sebagai momok, padahal keberadaannya justru meningkatkan partisipasi politik semakin baik.

Deklarasi dan Konsolidasi Kotak Kosong Pilkada Kota Tangerang 2017 oleh relawan dan simpatisan nya, Rabu (9/5/2018)

Ketua JKK Saipul Basri berbincang dengan salah seorang wartawan yang sedang meliput deklarasi Jaringan Kotak Kosong

KOTA TANGERANG, bantenlink — Jaringan Kotak Kosong (JKK), atau yang dikenal sebagai penggerak pemilihan Kolom Kosong pada Pilkada Kota Tangerang 2018, merupakan pergerakan anak muda dalam penegakan kualitas demokrasi. Hal itu terungkap saat berlangsungnya deklarasi yang dilaksanakan di Kota Tangerang, Banten, pada Rabu 9 Mei 2018.

Mengagetkan! Sedikitnya 500 relawan dan simpatisan dari berbagai elemen masyarakat mengapresiasi deklarasi dengan memadati ballroom Restoran Istana Nelayan pada kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari itu.

Lebih meramaikan suasana namun dalam kondisi yang damai dan kondusif, saat Ketua JKK Kota Tangerang, Saipul Basri, membuka kegiatan dengan memulai sambutan dengan meneriakkan yel-yel “Golput, no! Kotak Kosong, yes! JKK, mantap!”

“Deklarasi dan konsolidasi Jaringan Kotak Kosong merupakan bagian dari pemilu, ada dua kolom yaitu yang ada gambar dan kolom kosong. Tidak haram memilihnya. Dan deklarasi serta konsolidasi ini juga untuk mengingatkan kita bahwa hingga saat ini belum ada sosialisasi kotak kosong oleh KPU,” ucap aktivis yang akrab dipanggil “Bang Marsel” ini berapi-api serta mendapatkan respon antusiasme yang hadir menyambut yel-yel.

Dalam kata sambutannya Saipul Basri bahkan mempertanyakan KPU atau pemerintah, ada apa sampai saat ini belum memberikan penjelasan tentang kolom kosong sebagai peserta Pilkada Kota Tangerang yang akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018.

“Jaringan Kotak Kosong sendiri sebenarnya merupakan keuntungan bagi KPU, karena turut menyukseskan Pilkada. Jadi seharusnya jangan malah dibikin sebagai momok, padahal keberadaannya justru meningkatkan partisipasi politik untuk semakin baik,” imbuh Ketua JKK itu.

Bersama menyanyikan lagu “Indonesia Raya”

Kata Saipul lagi, dengan Jaringan Kotak Kosong, berarti tidak ada relawan yang menginstruksikan masyarakat menjadi golput (golongan putih: yang tidak berpartisipasi dalam Pemilu). Oleh karena itu, lanjutnya, masyarakat tidak perlu khawatir untuk menyoblos kotak kosong, karena boleh dipilih.

“Saya ingatkan lagi, Jaringan Kotak Kosong akan tetap komitmen dalam menyukseskan Pilkada Kota Tangerang tahun 2018, dan para relawan siap menjadi saksi di setiap tempat pemungutan suara atau TPS,” tegas Saipul Basri lagi.

Di bagian lain aktivis yang banyak menggelar berbagai aksi demonstrasi dalam membela hak-hak masyarakat ini, mengucapkan terima kasih kepada para relawan dan simpatisan JKK yang telah mau hadir. Juga disampaikannya apresiasi atas kehadiran unsur atau perwakilan KPU, ulama, spritual, pemilih pemula, perwakilan Aliansi Bumbung Kosong, Aliansi Kotak Kosong, kalangan pers dan aktivis LSM yang telah ikut hadir.

Sementara itu, Ketua panitia, Asep, menyebutkan kegiatan tersebut untuk penguatan kualitas pemilih. “Selain itu, pelaksanaan deklarasi dan konsolidasi JKK juga dalam rangka penguatan partisipasi masyarakat pada Pilkada Kota Tangerang yang tinggal sebentar lagi,” ungkapnya.

Pantauan bantenlink. com, kegiatan deklarasi dan konsolidasi JKK sendiri berlangsung dalam suasana semarak. Namun begitu sangat khusyuk saat awal pembukaannya dilakukan dengan pembacaan surah Alfatihah yang dipandu pembaca acara. Seterusnya, pelantunan ayat suci Alquran dan pembacaan doa. Suasana khidmad pun sangat terasa waktu peserta yang hadir menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Padamu Negeri secara bersama-sama.

EDY TANJUNG

Pembacaan deklarasi oleh relawan dan simpatisan Jaringan Kotak Kosong

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply