Tindak Pidana, Iskandar Memagar 2000 Meter Lahan Almarhum Ismayadi



Lahan yang dipagar Iskandar milik Almarhum Ismayadi

    JAKARTA, BantenLink — Seorang Pengusaha Keturunan Tionghoa Serobot Tanah Milik Pribumi

    Sebut saja Iskandar, Pria keturunan Tionghoa ini dianggap telah menyerobot tanah seluas 2000 M2 yang berdasarkan Akte Jual Beli No. 74 tahun 2007 adalah milik Almarhum H. Ismayadi yang menurut kronologisnya, tanah tersebut dibeli dari Maman Suhirman Martamihardja.

    Setelah H. Ismayadi meninggal tahun 2010, maka tanah tersebut jatuh kepada ahli waris berdasarkan kepada bukti autentik berupa Kartu Keluarga dan surat nikah tertanggal 27/02/1983 yang dikeluarkan okeh Kantor Urusan Agama Penjaringan, Jakarta Utara.

    Menurut hukum waris, orang yang mendapatkan waris adalah orang yang memiliki hubungan darah yaitu; isteri, anak yang dikuatkan oleh bukti surat pernikahan, KK , akta lahir dan KTP.

    jika merujuk pada ketentuan waris diatas, maka Ny. H. Kartinah dan kedua anaknya Ade Aryudi dan adiknya bernama Chriz Afriza adalah ahli waris dari Almarhum H. Ismayadi

    Namun dengan sangat berani Iskandar kini memagar tanah seluas 2000m2 milik ( alm H. Ismayadi), tindakan pemagaran diatas tanah milik orang lain merupakan tindakan pidana yang melanggar Pasal 385 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman pidana paling lama empat tahun, dimana barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, menjual, menukarkan atau membebani dengan credietverband suatu hak tanah yang belum bersertifikat, padahal ia tahu bahwa orang lain yang mempunyai hak atau turut mempunyai hak atau turut mempunyai hak atasnya.

    Sesuai Kitab Undang Undang Hukum Perdata yang diatur dalam
    pasal 667 KUH perdata yaitu;
    Pemilik sebidang tanah atau pekarangan yang terletak di antara tanah-tanah orang lain sedemikian rupa sehingga ia tidak mempunyai jalan keluar sampai ke jalan umum atau perairan umum, berhak menuntut kepada pemilik-pemilik pekarangan tetangganya, supaya diberi jalan keluar untuknya guna kepentingan tanah atau pekarangannya dengan kewajiban untuk membayar ganti rugi, seimbang dengan kerugian yang diakibatkannya.

    Alih -alih memberikan akses kepada pemilik tanah, Iskandar justru menutup akses pemilik tanah H. Ade Aryudi dengan memagar tanah milik H. Ade tersebut.

    Saat dikonfirmasi oleh awak media di Pabrik stainlesnya bilangan Cilincing, Budidarma, Jakarta Utara beberapa waktu lalu, Iskandar menghindar dan bahkan mengadukan wartawan tersebut kepada bekingnya dari oknum anggota Polres Jakarta Utara bernama Sinabutar melalui Whatsaap.

    Diduga, Sinabutar membekingi Iskandar dalam penyerobotan tanah milik H. Ismayadi (alm) dan ahli warisnya.

    Bahkan Iskandar merasa sudah membeli tanah tersebut dari sakah seorang ahli waris Ismayadi, padahal, pembelian tersebut tidak syah karena ada ahli waris lain (Ade Aryudi) yang tidak mengetahui atau dilibatkan dalam jual beli tanah tersebut.

    RUKMANA

Leave a Reply