MONAS TEMPAT REKREASI SEKALIGUS TEMPAT MAKSIAT



Monumen nasional yang biasa disebut  “Monas”  adalah peninggalan sejarah Bangsa Indonesia pada zaman pemerintahan  Soekarno. Tujuan didirikannya Monumen Nasional adalah untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang berjasa dalam mendirikan NKRI.  Maka tidak heran bila peninggalan sejarah sekaligus tempat rekreasi keluarga ini ramai di padati pengunjung, karena biaya masuk ke monumen ini sangat terjangkau, berkisar Rp 1000 sampai Rp.2500. Tapi disayangkan keindahan suasana di sekitar area Monas masih saja di hiasi oleh sampah-sampah yang  ditinggalkan  pengunjung.

Namun ada yang lebih menyedihkan lag,i beberapa oknum memanfaatkan area taman Monas sebagai tempat maksiat.  Laki-laki dan perempuan tidak mempunyai rasa malu lagi untuk berdua-duaan di tempat umum. Dari remaja sampai orang dewasa mereka berbaur menjadi satu dalam area taman Monas untuk berdua-duaan, seakan hal seperti itu sudah wajar dilakukan di tempat umum. Yang  memprihatinkan di pintu gerbang area Monas ada petugas Satpol PP  yang sedang berjaga, namun sayangnya tidak bertindak tegas kepada oknum-oknum yang berbuat maksiat di areatersebut. Siapa yang harusnya disalahkan dalam hal seperti ini? Kembali kepada pribadi masing-masing ,bilamana diri kita di tanami benih-benih ilmu agama sejak dini, Insya Allah perbuatan seperti ini tidak akan dilakukannya.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Leave a Reply