Demi Peningkatan Kualitas Generasi 300 Kepsek Kab Tangerang Dapat Pengetahuan Sekolah Ramah Anak



Penandatanganan kerjasama tentang Sekolah Ramah Anak

KAB TANGERANG, BantenLink — Penguatan implementasi kebijakan Sekolah Ramah Anak (SRA) di daerah dilaksanakan di Kabupaten Tangerang dengan mengadakan sosialisasi SRA yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA).ang diadakan sejak pagi hingga siang di Gedung Serba Guna (GSG) Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Senin (30/4/2018).

Kegiatan yang ditandai dengan penandatanganan kerjasama antar intansi tersebut diikuti sekitar 300 peserta para pendidik dari PAUD, TK/RA, SD/MI, SMP/MTs se-Kabupaten Tangerang. Dengan dilaksanakannya sosialisasi, diharapkan para peserta bisa menjadi agen perubahan dalam meneruskan kualitas generasi

Hadir dalam kesempatan itu Sekretaris Daerah Moh Maesyal Rasyid, Kepala Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Somatri, Kadis Pendidikan Hadisa Masur yang diwakili Sekdis, Kementerian Agama Nawawi, Ketua Himpaudi Kabupaten Tangerang Intan Nurul Hikmah.

Pembicara dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Elvi Hendradi dan Kepala SMA Negeri 3 Jakarta Ratna, yang dikenal sebagai pelopor SRA dari yang sebelumnya dikenal sebagai sekolah tempat banyak kejadian bullying menjadi sekolah ramah anak.

Sekda Kabupaten Tangerang Maesyal Rasyid dalam sambutannya mengatakan, semua yang dewasa sekarang ini dari anak dan memiliki anak. Diharapkannya agar jangan meninggalkan anak sekalipun harus penuh kesabaran.

Disebutkannya, dengan kabupaten Tangerang sendiri belum lama ini mendapatkan predikat Kota Layak Anak yang sekarang ditambah dengan program Sekolah Ramah Anak. Pendidiklah yang berperan sangat besar pada calon pemimpin bangsa dari sekolah ramah anak itu.

“Untuk itu buat apa punya tapi anak kalau anaknya menjadi tidak menentu, atau anaknya tidak mendapatkan perhatian,” katanya. Ditambahkannya, Ketua Himpaudi, Bu Intan diminta juga jangan meninggalkan PAUD dan harus mau korban perasaan, harta, dan waktu.

Sementara itu, Kadis PPPA Deden Somantri, menyebutkan sebagai aset penerus bangsa dan sumber daya bagi pembangunan nasional sosialisasi sekolah ramah anak sebagai kegiatan yang positif dan perlu dilanjutkan untuk pebaikan kualitas sistem.

“Sosialisasi sebagai momen yang tepat dijadikan ajang komunikasi antar intansi di yang berkaitan dengan lingkungan pendidikan. Diharapkan pesertanya bisa menjadi agen yang membuat dampak signifikan dalam meneruskan kualitas generasi,” ujar Deden Sogandi.

EDY TANJUNG

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply