Perpisahan, SMA/SMK Miftahul Khaer Gelar Pentas Spektakuler Karya Santri



Panggung gembira perpisahan SMA/SMK Miftahul Khaer, Sabtu (28/4/2018)

Panggung gembira perpisahan SMA/SMK Miftahul Khaer, Sabtu (28/4/2018)

KH Hafis Gunawan pimpinan Ponpes Miftahul Khaer

KABTANGERANG, BantenLink — Suasana semarak nan spektakuler  diiringi indahnya letusan kembang api di langit mewarnai acara Panggung Gembira yang digelar di Pondok Pesantren Miftahul Kaer, Kelurahan Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (28/4/2018), malam.

Sebuah latar belakang panggung berbentuk gedung indah dengan lebar 12 meter dan tinggi 8 meter seakan kompak dengan sorot lampu berwarna-warni menghiasi panggung gembira sehingga membuat suasana arena tontonan memanjakan mata dengan penampilan seni santri mengasikkan yang dimulai jam 20.00-24.00 WIB.

Dengan pidato berbahasa Inggris dan Arab, beberapa santri laki-laki dan perempuan menjadi pembawa acara, serta menyampaikan secara bergantian sejarah berdirinya Ponpes Miftahul Khaer dibawah asuhan KH Hafis Gunawan yang terus mengembangkannya meski banyak hambatan dan rintangan yang dihadapi.

Keramaian acara perpisahan siswa karena dihadiri para pengasuh, santri, orangtua wali, alumni dan masyarakat sekitar Ponpes yang ingin menyaksikan secara langsung pentas seni drama, tari lagu, permainan semburan api dan pantomim persembahan santri kelas 6 atau kelas 3 SMA/SMK angkatan 2017-2018 yang sebentar lagi akan meninggalkan sekolahnya.

Menurut pimpinan Ponpes Miftahul Khaer, KH Hafis Gunawan SPd, dirinya sangat bersyukur dengan penampilan luar biasa para santrinya. Hal ini membuktikan banyaknya kemajuan yang telah dicapai di ponpes yang telah sembilan tahun didirikannya itu.

Disebutkan KH Hafiz Gunawan,  kalau di awal berdiri Miftahul Khaer hanya memiliki 28 santri, untuk sekarang ini siswanya yang mondok mencapai 1200-an, yang menimba ilmu agama dan umum.

Kegiatan Panggung Gembira SMA/SMK Miftahul Khaer, Sabtu (28/4/2018)

“Abi memuji kemampuan para santri sanggup membuat seperti ini. Berharap kemampuan berketrampilan yang telah dicapai membuat Panggung Gembira seperti ini supaya terus dilanjutkan.

Kiai boleh mati tapi MK harus tetap mengabdi dan jangan sampai mati untuk negeri,” ucap KH Hafis Gunawan pada kata sambutannya sebelum melakukan pengguntingan pita sebagai tanda pembukaan panggung gembira.

Dikatakannya, kiai yang hebat bukan karena santrinya yang banyak. Tapi karena anak didiknya bisa memberikan kemanfaatan dengan ketaataan beribadah pada Allah SWT. Tugas santri sendiri,lanjutnya, hanya mengaji dan belajar, hal ini juga yang disampaikan, KH Luthfi, KH Turtusy dan KH Muhtadi.

“Pentas luar biasa seperti ini bisa terlaksana sebagai wujud kepemimpinan luar biasa yang dimiliki kelas 6 Miftahul Khaer. Selain belajar dan mengaji, berkarya juga dengan ketrampilan. Mulai dari memotong dan merangkai bambu, melukis triplek, memasang lampu dan menyiapkan acara. Luar biasanya lagi, acara hanya untuk 4 jam, tapi persiapan 4 bulan,” puji KH Hafis Gunawan pada wejangannya kepada para santrinya.

EDY TANJUNG

Para pengasuh ponpes Miftahul Khaer

Para santri Ponpes Miftahul Khaer

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply