Dihadiri Waketum DMI Kota Tangsel Gelar Ta’aruf 1000 Remaja Mesjid



Taaruf DMI dan Remaja Mesjid

TANGSEL, BantenLink – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tangerang Selatan, Jumat (27/04/2018), menyelenggarakan kegiatan taaruf 1000 Remaja Masjid se-Kota Tangsel. Kegiatan digelar di Graha Widya Bhakti, Puspiptek selama tiga hari pada Jumat-Minggu (27-29 April 2018), dibuka Wakil Ketua DMI Pusat Komjen Polisi H Syafruddin MSi yang juga dikenal sebagai Wakapolri.

Taaruf Pemuda Masjid Kota Tangerang Selatan tersebut bertema Membangun Generasi Emas dari Masjid untuk Indonesia. Kegiatan juga untuk memperkokoh silaturrahmi antar pemuda masjid dan bertujuan menambah wawasan kebangsaan, nasionalisme dan keislaman.

Kabag Kesra Pemprov Banten, Wakil Walikota Tangerang Selatan H Benjamin Davnie, Kapolres Tangsel, Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel, H. Abdul Rojak, Kadis Pendidikan Tangsel, Ketua DMI Banten, MUI Tangsel, Ketua DMI Tangsel H. Heli Slamet Soemardi, Ketua DMI Banten, Camat Setu, Kadis Pendidikan, Habib Muhamad, dan alim ulama se-Kota Tangsel menghadiri acara pembukaan.

Dalam kesempatan itu Waketum DMI Pusat H Syafruddin mengatakan, sebagai karunia Allah perkembangan dunia Islam mengalami kemajuan pesat dalam peradaban manusia. Tidak hanya di Eropa dan Afrika perkembangan Islam di negara lainnnya.

Di Kazaktan kaum muda umur kisaran 20 tahun ke bawah selalu memenuhi mesjid. Di Singapura, Kamboja, Filifina dan Thailand juga besar perkembangannya.

Di Tangerang Selatan, Walikota dan wakil walikota memperhatikan kemakmuran mesjid dengan memberikan intensif bagi pengurus mesjid.

Mengurus mesjid merupakan tugas semua lapisan masyarakat, sehingga mesjid harus berdampak bagi masyarakatnya. Anak yang putus sekolah dan tidak makan bisa menjadi tugasnya.

Memakmurkan mesjid sendiri bisa melalui pemberdayaan ekonomi dan manajemen. Pengurus DMI tidak akan mengatur tapi menjadi fasilitator. Misalnya, ketika ada bencana alam semua bisa ditampung di mesjid.

DMI membina Remaja mesjid yang menjadi pelopor atau ujung tombak kemakmuran mesjid, sehingga taaruf DMI dan pemuda sangat diperlukan agar memiliki program.

Program bukan untuk keseragaman tapi satu pemikiran untuk memakmurkan mesjid.
Seperti unggulan mesjid menjadi tempat wisata religi kebersihan dan pengelolaan wakafnya. Untuk itu Waketum DMI menyampaikan pengurus dewan mesjid supaya me-launching hal ini ke seluruh Indonesia.

Syafruddin mengingatkan, menjelang Ramadhan tanggal 8 Mei 2018 mendatang, DMI akan me-launching agar seluruh mesjid, nyaman, indah dan bersih. Hal serupa dilaksanakan dilaksanakan di Cirebon, Menteri Pariwisata me-launching mesjid yang memiliki bernilai sejarah di-combine perkembangan Islam modern.

Aktivis Mesjid

Waketum DMI menyatakan gembira yang hadir adalah tokoh penggerak pemakmur mesjid. Pasti memiliki ide kreatif yang menjadi motivator dan pelopor, seperti membuat mesjid bernuansa kemajuan digital.

Di bagian lain saat ditanya wartawan, Syafruddin menyebutkan kegiatan tidak ada kaitannya dengan politik dan murni sebagai kegiatan inisiatif Pemda Tangsel. Terkait terorisme, dikatakannya jangan mesjid sampai dibajak orang tidak bertanggung jawab, apalagi saat ini banyak remaja turun ke mesjid.

Sementara, Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel, H Abdul Rojak memberi apresiasi pelaksanaan taaruf 1000 pemuda masjid se-Kota Tangsel. Dikatakannya, remaja masjid mempunyai potensi dalam pengembangan pemuda di Indonesi

Pemuda Islam sebagai komponen terbesar masyarakat, merupakan usia produktif dan sebagai generasi penerus dengan pengetahuan terkini. Semua pihak harus ikut andil dalam pembinaannya.

Dikatakannya, ajaran Rasulullah SAW yang pertama adalah pembinaan aspek ritual keagamaan diantaranya pelaksanaan ibadah sholat, dzikir dan membaca Selain itu perlunya menjalankan fungsi kemasyarakatan, seperti menjalin hubungan silaturahim, berdiskusi, mengembangkan perekonomian, pembinaan kreatifitas remaja, pendidikan dan olahraga.

Selanjutnya kemudian masjid berkembang menjadi pusat peradaban Islam, yang melahirkan gagasan-gagasan cemerlang, untuk pembinaan individual, keluarga dan kehidupan sosial kemasyarakatan.

Dari masjid lahir konsep dan strategi dakwah Islam, pengembangan kesejahteraan, hingga konsep dan strategi perang sehingga memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dan strategis dalam kerangka pembinaan umat

Secara rinci kata Kandepag Tangsel Jumlah masjid se-Kota Tangsel sebanyak 525 masjid yang tersebar di 54 kelurahan di tujuh kecamatan, di antaranya Ciputat Timur ada 6 kelurahan berjumlah 83 masjid, Ciputat ada 7 kelurahan berjumlah 97 masjid, Pamulang ada 8 kelurahan berjumlah 121 masjid, Setu ada 6 kelurahan berjumlah 34 masjid, Serpong ada 9 kelurahan berjumlah 52 masjid, Serpong Utara ada 7 kelurahan berjumlah 22 masjid, dan Pondok Aren ada 11 kelurahan berjumlah 11 masjid.

Sedangkan Ketua DMI Tangsel, Heli Slamet menjelaskan belakangan ini banyak insiden yang memprihatinkan, pemuda menjadi korban di banyak insiden, baik yang fatal dan merusak mental. Banyak korban miras oplosan, narkoba dan perekrutan ISIS yang merugikan diri sendiri serta orang lain.

Bagi generasi bangsa masa remaja merupakan usia emas yang seharusnya diisi dengan hal-hal bermanfaat untuk mengukir prestasi demi masa depan sendiri dan bangsa.

1000 pemuda masjid akan diberikan berbagai materi, seperti tentang pengenalan potensi diri, wawasan kebangsaan, peran pemuda dalam bela negara, ketangkasan dan kesipilinan, manajeman dan kewirausahaan pemuda berbasis masjid, tentang radikalisme dan terorisme, pengenalan bahaya narkoba miras serta peran pemuda dalam memakmurkan masjid.

Pemateri didatangkan dari berbagai institusi, seperti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, BNN Tangsel, TNI, dan Polri. Dengan ragam jenis materi ini diharapkan pemuda Tangsel mampu menjadi pemuda yang berbudi pekerti yang baik sebagai generasi bangsa.

Drs Heli Slamet MSi menambahkan, untuk penyelenggaraan masing mesjid memberikan infak Rp 200 ribu, meski banyak juga yang tidak bayar dan bersyukur adanya sponsor. Harapannya, untuk kegiatan remaja mesjid semacam ini TNI agar bisa dibiayai dari infak mesjid seperi halnya pengurusan jenasah.

Pembinaan Kodiklat TNI

Sementara itu, Kodiklat TNI di Serpong melakukan pelatihan bela negara dan wawasan nusantara agar menumbuhkan nasionalisme. Materi selain dari Kodiklat juga dari motivator Tubagus Wahyudi, BNN yang mengingatkan anti Narkoba.

Seluruh peserta menginap di mesjid Bahrul Ulum. Kodiklat memberikan latihan wawasan kebangsaan, kegiatan tentang kedisiplinan, baris berbaris, kata Letkol Helmy selaku panitia pendukung kegiatan.

RED/EDY

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply