Irgan DPR dan BPOM Ingatkan Mahasiswa Stikes Kharisma Persada Unpam Pakai Kosmetik



Anggota DPR RI Drs H Irgan Chairul Mahfiz

TANGSEL, BantenLink — Komisi 9 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bekerjasama Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Serang, Kamis (26/4/2018) mengadakan sosialisasi di kampus Universitas Pamulang (Unpam), Pabuaran, Setu, Kota Tangerang Selatan

Anggota DPR RI, Drs H Irgan Chairul Mahfiz, Kepala Seksi Penyidikan BPOM Serang Faizal Mustofa Kamil SSi Apt dan Kepala Bidang Pelayanan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Dr Allin Hendalin Mahdaniar, menjadi pemateri pada sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat melalui KIE Obat dan Makanan bertema Tips Memilih Kosmetik yang Aman diikuti sekitar 500 peserta kalangan mahasiswa Stikes Kharisma Persada semester 2, 4 dan 6 ini dan masyarakat sekitar kampus tersebut.

Turut hadir dalam kesempatan meningkatkan pengetahuan mahasiswa dan masyarakat tentang obat dan makanan itu, Ketua Yayasan Sasmita Group (Yayasan Umpan) DR HC Drs Darsono dan Rektor Unpam DR H Dayat Hidayat MM. Tampak pula Anggota DPRD Banten Ir Ahmad “Rulli” Fauzi dan Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan Ir Eeng Sulaiman MM.

Dalam kesempatan itu panitia juga mengingatkan cek KLIK BPOM berupa Kegunaan, Label, Izin edar, dan Kadaluarsa obat dan makanan. Bagi peserta yang bisa menjawab pertanyaan panitia memberikan doorprize berupa 1 kulkas, 4 hanphone dan beberapa hadiah lainnya.

Rangkaian kegiatan Irgan Chairul Mahfiz sosialisasi penggunaan kosmetik aman pada mahasiswa Stikes di Unpam

Drs H Irgan Chairul Mahfiz MSi selaku keynote speaker dalam paparannya mengatakan, kosmetik sejak dulu sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bahkan saat ini pria ada juga yang menggunakan kosmetik. Namun karena ada kosmetik yang berbahaya, untuk itulah Anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan itu mengadakan kerjasama dengan Badan POM di Serang.

Dalam awal paparannya, lelaki kelahiran Batubara 24 September 1963 menyampaikan tugas pokok dan fungsinya sebagai legislatif serta menyampaikan pada mahasiswa Stikes Kharisma Persada tentang terbuka luasnya tempat mengabdi di seluruh Indonesia. terlebih lagi dengan besarnya perhatian pemerintah saat ini pada kesempatan menjadi Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang akan menjadi pegawai negeri.

Anggota DPRD yang berbakti periode 2014-2019 menyebutkan, di Komisi 9 saat ini telah dilakukan Rancangan Undang Undang inisiatif DPR. Pembuatan UU tersebut tak lain karena didasari kekhawatiran peredaran dan untuk pengawasan obat dan makanan ilegal yang semakin marak terjadi.

“Masyarakat ingin terlindungi dengan adanya UU Pengawasan Obat dan Makanan. obat sembarangan dan palsu palsu banyak beredar. Saat dilakukan penangkapan nilainya bisa mencapai ratusan miliar rupiah. BPOM harus dipayungi Undang Undang. Tentunya, kalau tidak kuat sangat berbahaya bagi masyarakat,” papar Irgan Chairul Mahfiz.

Disebutnya, shampo bedak dan lain sebagainya sebagai banyak yang berbahaya karena mengandung merkuri berbahaya. Pengguna kosmetik bukan hanya perempuan tapi juga laki-laki. Banyaknya Make Up Artist (MUA) dengan bedak yang luar biasa, telah membuat ibu berbedak Tje Fuk dan Viva.

“Kalau kosmetik tidak diawasi dan dijaga kwalitasnya tentu berbahaya. Dampak pemakaian kosmetik ilegal memang bukan sesaat, tapi belakangan yang membuat kulit pecah-pecah dan rusak. untuk itu perlunya payung hukum dibuat agar bisa mengawasi peredaran obat dan makanan,” beber Anggota DPR RI dari daerah pilihan Banten 3 yang meliputi wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan itu lagi.

Peran Komisi 9 DPR RI, lanjutnya lagi, dalam Undang Undang agar BPOM kuat melakukan pengawasan. Di Amerika dan Australia, lembaganya bahkan bukan hanya melakukan penangkapan dan penyidikan tapi strukturnya juga sampai melakukan penuntutan di pemgadilan. Indonesia dengan jumlah penduduk 258 juta jiwa, bisa menjadi konsumen kosmetik yang masuk dari Cina, Australia dan Singapura.

“Kosmetik digunakan untuk epidermis, rambut,kuku, bibir, organ genital, gigi setiap tahunnya kasusnya bertambah. Tak lain karena yang ilegal begitu mudahnya masuk. Harganya yang murah membuat laku di pasaran, meskipun tanpa izin edar dan kadaluarsa,” terangnya.

Dikatakan lagi yang perlu hati-hati dan dibuatkan payung hukumnya yang kuat, seperti soal pengumpul yang memungut kosmetik yang sudah dibuang. Sama halnya dengan obat-obatan yang sudah dibuang dikemas lagi. Barang yang didapat dari tempat sampah dibersikan dan didaur ulang (oplosan).

Barang oplosan dapat membuat kulit muka melepuh, sakit nyeri atau rambut gatal-gatal. Kosmetik ilegal sama hanya dengan air Isi ulang yang membuat sakit perut karena diisi air sembarangan dari belakang atau bawah botol yang dilubangi dan ditutup dengan lem lilin.

Lihat Registrasi

Kasi Penyidikan BPOM di Serang, Faizal Mustofa Kamil SSi Apt, menyarankan konsumen agar sebelum memaka kosmetik terlebih dulu melihat registrasi.BPOM di kemasannya. Selain itu agar mengenali kondisi kulit sendiri.

“Perhatikan komposisi kosmetik seperti yang tertera di kemasan. Selain lebih dulu melakukan tes, lihat juga apakah kemasan masih baik, rusak atau cacat. Cek tanggal kadaluwarsa, baca kegunaan kosmetik, seharusnya ada bahasa Indonesia-nya agar bisa dipahami kegunaannya, serta memperhatikan tanda lain peringatan dan perhatian,” pesan Faizal Mustofa Kamil.
Q
Selain itu, katanya lagi, konsumen perlu melihat apakah ada perubahan kosmetik. Memakainya dalam keadaan bersih. Kemasan harus tertutup rapat dan menghindari pemakaian bersama. Jika ada efek yang terjadi langsung hentikan pemakaiannya. Kalau tidak ada reaksi berarti aman. Dan jangan lupa memperhatikan nama serta alamat perusahaan pembuatnya.

Sementara itu, Dr Allin Hendalin Mahdaniar selaku Kabid Yanmas Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan mengingatkan sangat perlunya prinsip cantik tapi tetap sehat. diingatkankannya agar berhati-hati dengan perona wajah dan penyepuh bibir yang merupakan pewarna tekstil.

“Dalam pengawasan obat dan makanan semua fihak harus bersinergi harus bersinergi. Tidak bisa pemerintah saja yang jalan. Ketika memakai kosmetik jika ada efek samping bisa dilaporkan ke BPOM dan Dinkes. Mencari tahu tips dan memiilh kosmetik yang aman merkuri yang meskipun dalam jumlah kecil dapat merusak kecantikan. “Jangan coba -coba menggunakan kosmetik yang sudah kadaliarsa.Lebih baik dibuang saja,” pesannya.

Kuesioner

Selain memberikan materi pada peserta, BPOM juga melakukan kuesioner pada responden tentang pelaksanaan kegiatan penyampaian materi oleh narasumber, tingkat kegiatan yang jelas dan mudah dicerna, manajemen waktu yang digunakan narasumber, pengaturan jadwal kegiatan dan pengemasan kegiatan apakah menarik singkat dan padat.

Selain itu juga di-kuesioner tentang tempat acara dan sound systemnya, alat penyampaian seperti LCD, dan komsumsi yang disediakan.

Menyangkut pelayanan petugas di-kuesioner mengenai penyampaian materi menarik dan tidak membosankan, penjelasan yang mudah dipahami jelas dan terperinci, petugas yang cekatan dan aktif memberikan informasi, keramahan pelayan, penampilan pantas dan sesuai petugas serta penilaian keseluruhan kinerjanya.

Untuk kepentingan kegiatan KIE, turut di-kuesioner pentingnya informasi bagi peserta, adanya keinginan lagi mengikuti, dan tingkat tertarik dan antusias peserta. Kuesioner tersebut memuat penilaian berupa Sangat Tidak Setuju (STS), Tidak Setuju (ST), Biasa Saja ( BS), Setuju (S) dan Sangat Setuju (SS).

EDY TANJUNG

Drs H Irgan Chairul Mahfiz MSi bersama mahasiswa Stikes Kharisma Persada Unpam, Kota Tangerang Selatan

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply