Howard Seith Warga Amerika Bersyahadat di Pesantren Dzikir Al Ikhlas



Ustadz Endang Heryana Tajuddin Syarif memberikan kenang-kenangan sebuah kitab suci Alquran pada Howard Seith

TANGERANG, BantenLink — Howard Seith, seorang warga Amerika, sudah lama ingin menganut agama Islam dan meninggalkan keyakinan lamanya, Yahudi. Sayangnya, selama itu belum ditemukannya orang yang bisa membimbingnya menjadi pengikut Nabi Muhammad.

Namun, sejak bertemu dengan Shinta, muslimah Indonesia, di beberapa kegiatan antaraktivis yayasan di Singapura, akhirnya membuat Howard segera dapat menjalankan kehidupan islami. Terlebih setelah mengenal Pimpinan Ponpes Majlis Dzikir Al Ikhlas selaku ulama yang kharismatik

Hal ini terungkap di sela ritual Howard mengikrarkan keyakinan barunya dengan pembacaan dua kalimat syahadat di hadapan 100-an hadirin di Pondok Pesantren yang terletak di Kampung Manukung, Desa Rancabuaya, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Rabu (18/4/2018).

“Tentunya, kedatangan mualaf Howard, berarti bertambah satu orang lagi saudara kita. Dirinya tidak begitu saja langsung bersyahadat. Tapi setelah melalui proses pencarian diri dan spritual. Masuk Islam dengan kesadaran sendiri alias tanpa paksaan.

Perbedaan bangsa akan menjadi potensi sekaligus lambang perdamaian,” papar Ustadz Endang Heryana Tadjuddin Syarif selaku Pimpinan Pondok Pesantren Yayasan Majlis Dzikir Al Ikhlas dalam kata sambutannya.

Ritual pengislaman Howard sendiri sebagai hal yang baru bagi Pondok Pesantren, yang mengajarkan Tareqot Qodariyah wa Naqsabandiah itu. Diungkapkannya sebagai hal yang jarang terjadi dan bermanfaat dalam syiar agama Islam.

Acara keagamaan tersebut dimulai dengan pembacaan kitab suci langsung membaca surat oleh Ustadz Juned. Kemudian Ustadz Endang melanjutkan dengan membacakan surat pernyataan masuk Islam Howard dan pembacaan ikrar syahadat.

Howard mengikuti ucapan Shinta menjadi penerjemah ke dalam Bahasa Inggris.Tanpa canggung ia mengikuti bacaan. Pada pembacaan dua kalimat syahadat Howard berjuang keras beberapa kali agar tidak salah penyebutannya.

Peristiwa itu tak urung mengundang haru para hadirin. Semua jamaah larut dan khusuk membacakan zikir qodriyah wa naqsabandiah. Seterusnya Howard menandatangani surat pernyataan pindah agama bermeterai agar diteruskan untuk pembuatan dokumen negara. Kegiatan diakhiri dengan pemberian Alquran sebagai tanda kenangan pada muallaf tersebut.

Ustadz Endang Heryana menyambut sukacita keinginan Howard masuk Islam, yang juga secepatnya akan mengajak keluarganya masuk Islam. Diharapkan, Howard akan sungguh-sungguh menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya.

Untuk Majlis Dzikir Al Ikhlas sendiri, merasa berbahagia dengan datangnya Howard ke Pesantren dan dianggapnya sebagai bertambahnya saudara. Disisi lain, jelas membuat bertambahnya persaudaraan berbeda bangsa tapi disatukan persaudaraan Islam.

“Mr Howard sebelumnya beragama Yahudi, jauh-jauh datang Al Ikhlas untuk dimuslimkan dan mencari ilmu. Saya melihat ini sebagai perwujudan perdamaian dunia,” kata Endang Heryana.

Biodata Howard Seth, (56), kini bernama Nuh Zaahir, merupakan warga negara United States of Amerika. Beralamat di 7879 San Isidro Street Bottom Beach FL 3343 USA mengucapkan dua kalimat syahadat dan secara administrasi menandatangi pernyataan di atas meterai.

EDY TANJUNG

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply