Pewarta Polres Tangsel Agar Tak Desak Keterangan dan Buru-buru Tayang Berita



Jpeg

Jpeg

TANGERANGSELATAN, BantenLink — Menyangkut keperluan informasi, Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ferdi Irawan SIK MSi, mengharapkan insan pers tidak usah sampai menelpon Kapolres, karena ada PJU dan Kapolsek di bawahnya yang bisa dikonfirmasi.

Hal tersebut mengemuka dalam sambutan saat silaturrahmi Kapolres Ferdi Iriawan dengan ratusan wartawan media cetak, elektronik dan online se-Kota Tangerang Selatan, Kamis (5/4/2018), mengadakan silaturahmi dirumah makan Telaga Seafood.

Kegiatan ramah-tamah dan santap malam bersama sekaligus pendeklarasian anti hoax tersebut dalam rangka mengenalkan diri Ferdi Iriwan dengan segenap insan pers yang ada di KotaTangerang Selatan.

Menurut Kapolres Tangsel, alasan kegiatan diadakannya silaturahmi dan deklarasi anti hoax dilakukan di rumah makan, agar penuh kesan kekeluargaan, santai dan tidak terlalu formil. Selain mengenalkan dirinya juga mengenalkan jajaran yang membantu tugasnya, yakni Humas.

“Begitu diperlukan kedekatan Polres dan Pers dalam bermitra dan saling membutuhkan satu sama lain. Saya mengharapkan, agar para jurnalis mengekspos keberhasilan kinerja Polri yang informasinya berguna pada masyarakat,” pinta lulusan Akpol tahun 2000 itu.

Untuk itu, katanya lagi, agar pers juga jangan terburu-buru memberitakan dan mendesak keterangan yang dapat menggagalkan penyelesaian kasus sehingga tidak tuntas.

Senada, Kanit Reskrim Polres Tangsel, AKP A Alexander SH MH, yang menegaskan telah terjalin hubungan kemitraan dan antara kepolisian dan pers, sejak berdirinya Mapolres. Seperti silaturahmi mengumpulkan pewarta.

“Setiap berkumpul polisi dan pers Tangerang Selatan, suasana penuh dialog, canda dan keakraban seperti ini,” katanya.

Sementara itu, salah seorang yang mewakili pewarta Tangerang Selatan bernama Cecep, dalam sambutannya menilai silaturrahmi antara Kapolres Tangsel dan jajaran dibawahnya sebagai suatu warna baru hubungan kepolisian dan pers.

“Apalagi Kapolres Tangsel mau meminta bantuan pers dalam mengekspos kegiatan kepolisian. Dalam proses penyidikan memang ada kewenangan polisi, tapi wartawan bekerja berdasarkan fakta,” ungkap Cecep.

Soal jangan terburu-buru memberitakan dan mendesak keterangan yang dapat menggagalkan penyelesaian kasus sehingga tidak tuntas, harapnya, tetap janganlah alergi dan bosan menjawab pertanyaan. Sebab yang bertugas di kriminalitas mempunyai jiwa intelijen.

Edy Tanjung

Leave a Reply