Arogansi Camat ke jurnalis: Foto ijin dulu, biar kesannya gak mencuri foto

Prima Saras Puspa dalam kegiatan rapat kordinasi

TANGERANG | BantenLink — Camat Panongan, Kabupaten Tangerang, Prima Saras, dinilai arogan karena menghalangi tugas wartawan.

Perlakuan tidak mengenakan terhadap insan pers kembali lagi terjadi, kali ini insiden perlakuan tidak mengenakan kepada wartawan. Terjadi ketika adanya Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan, bertempat di Desa Ranca Iyuh, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Banten.

Rapat Koordinasi yang gelar dan di pimpin langsung oleh Camat Panongan Prima Saras Puspa itupun dihadiri beberapa Kepala Desa, unsur Polri-TNI dari Polsek dan Danramil setempat, serta tamu undangan lainnya. Rabu, (4/4/18).

Dihadapan peserta rapat, saat acara baru beberapa menit perjalan. Camat Panongan Prima Saras Puspa langsung menghardik wartawan yang sedang mendokumentasikan acara tersebut, dengan sangat lantang.

“Jangan di ambil foto, ini rapat tertutup bukan buat di publikasikan dulu, wartawan jangan ada yang di dalam.” pekik Prima.

Sontak, Agus Efendi awak media dari Surat Kabar Dialog kaget bukan kepalang terhadap sikap Camat Panongan yang begitu arogan terhadap dirinya. Agus Efendi pun lalu duduk terdiam sejenak di bangku kosong dalam ruangan rapat, dan perlahan meninggalkan area rapat.

Beberapa wartawan dari media lain, yang kebetulan masih ada diluar, sempat mendengar dan segera bertanya kepada Agus Efendi perihal apa gerangan yang terjadi.

“Saya di cegah sama bu camat, gak boleh foto-foto katanya rapat tertutup. Maksudnya apa ya ? kan kita sudah ijin di penerimaan daftar tamu, lagian kalau tertutup kenapa gak di tempat lain aja ya ?,” tuturnya.

Dua rekan media, yang mendengakan penjelasan agus Efendi langsung berinisiatif mengambil sikap untuk mengajaknya mengklarifikasi pernyataan Camat Panongan tersebut, seusai rapat.



“Keterlaluan kalau seorang pemimpi sikapnya seperti itu, apa lagi kita wartawan mitra juga ke mereka. Seharusnya, dia (camat panongan) bisa bersikap sopan, kalau mau negur emang gak bisa dengan cara yang baik. Dan ini bisa di anggap menghalang-halangi wartawan. Awas, dia harus bertanggungjawab terhadap sikapnya,” ujar salah satu awak media yang tidak ingin di sebut namanya.

Acara yang baru di mulai pukul 10 : 30 Wib sampai kurang lebih pukul 12 : 30 Wib pada intinya membahas program-program yang sudah atau akan di laksanakan setiap Desa di Kecamatan Panongan.

Acara ditutup dengan doa. Beberapa wartawan yang sudah sedari tadi menunggu di luar untuk melakukan klarifilasi akhirnya memasuki ruangan. Dan masih di hadapan para peserta rapat, Camat Panongan Prima Saras Puspa langsung di tanya oleh salah satu jurnalis terkait maksud pencegahan terhadap Agus Efendi yang sedang menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai wartawan.

“Saya tidak mengusir, kan tadi saya cuma bilang. Punten jangan di foto ini sedang ada rapat tertutup, kan setahu saya kalau wartawan mau ngambil foto ijin dulu, biar kesannya gak mencuri foto.

” kata Prima.

Banyaknya, dalih yang di paparkan kepada para wartawan oleh Prima Saras Puspa terkait Klarifikasi atas pernyataanya tersebut. Namun, wartawan menilai dirinya hanya sebatas meminta maaf melalui lisan tidak berupa perbuatan,  terbukti ketika meninggalkan area Kantor Desa Ranca Iyuh, sang Camat Panongan yang sudah menjabat kurang lebih 5 tahun itu, tidak mau menyalami satu persatu wartawan yang kebetulan masih ada di lokasi terlebih meminta maaf kepada wartawan yang bersitegang dengannya.

Agus Efendi wartawan Surat Kabar Dialog yang merasa sudah di perlaku kurang sepantasnya oleh Camat Panongan tersebut, dan belum surut rasa jengkelnya meminta untuk menindak lanjuti persoalan ini agar tidak lagi ada hal serupa yang bisa menimpah rekan-rekan wartawan yang lain.

Setibanya, di Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, beberapa wartawan termasuk Agus Efendi langsung menemui Ketua Komisi I Aditia Wijaya yang membidangi Pemerintahan Daerah dalam rangka meminta tanggapanya terkait perlakuan Camat Panongan Prima Saras Puspa. Yang kurang mengenakan dan di anggap mempemalukan wartawan di depan umum.

“Tadi saya sudah telepon bu Prima, beliau bilang katanya sudah minta maaf kepada para wartawan. Ya, saya berharap masalah ini coba di selesaikan dengan cara kekeluargaan,” ujar Aditia Wijaya yang juga Anggota Dewan Dari Fraksi Demokrat Dapil 6 tersebut.

(Kosasih/Rahmat)

Leave a Reply