DPRD TANGERANG: ANGGARAN DESA BAWA RESIKO BAGI KADES

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, ZainudinTANGERANG, bantenlink.com – Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Zainudin, mengatakan keterbatasan kompetensi membawa resiko pada Kepala Desa (Kades) setelah menerima anggaran dana desa yang berjumlah milyaran rupiah.

Apalagi jika dikaitkan dengan ketidaksiapan aparatur desa menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dengan baik dengan banyaknya peraturan yang harus diikuti.

“Pasalnya, RPJMDes harus nyambung dengan rencana pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi dan Daerah. Kalau tidak, misalnya tumpang-tindih, bisa saja menjadi temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), ” papar  Zainudin, saat disambangi  bantenlink.com hari ini.

 Jadi, lanjutnya, untuk menghindarinya Kades seharusnya merealisasikan pembangunan desa sesuai RPJMDes yang komprehensif dan perealisasiannya berdasarkan APBDes (Anggaran Pembangunan dan Belanja Desa).



“Dalam pembangunan bersumber anggaran pusat, Kades juga harus menyingkronkan dengan Bantuan Gubernur (Bangub) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten. Kades pun dituntut maksimal membuat pertanggungjawaban atau laporan dana yang telah diterima dengan realisasi pembangunan.

Karena itu, dimintanya pemaksimalan pendampingan fasilitator Kades. Diharapkan,  jangan sampai anggaran dari pemerintah membuat masalah  dan beresiko bagi Kades.

Baca Juga : GER-MO MAU BERESKAN SAMPAH GANG SEMPIT

“Persoalan lainnya, mepetnya waktu pencairan dana juga menjadi kendala. Soalnya, pada akhir September ini  banyak Desa yang masih belum mendapat pencairan anggaran untuk tahap pertama. Sedangkan di akhir Desember sudah harus masuk laporan pertanggungjawaban (LPJ),” pungkasnya. (EST)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply