Limbah Diduga Eks Torabika Cemari Lingkungan SDN Cirewed



Limbah kopi dekat SDN Cirewed

KABTANGERANG | BantenLink — Tak tahan mencium bau menyengat dan tercemarnya air, Kepala SDN Cirewed, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Nurfaizah, melayangkan surat kepada tiga Kadis sekaligus, yakni kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kasat Pol PP Kabupaten Tangerang.

Menurut Nurfaizah, isi surat yang disampaikannya tak lain kondisi pencemaran udara yang mengakibatkan lokasi sekitar sekolah yang dipimpinnya beraroma bau menyengat.

“Ya, kami mengadu pada Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan serta Sat Pol PP karena sekitar sekolah kami menjadi polusi bau yang mengakibatkan para siswa kurang konsen belajar sejak adanya penumpukan limbah pabrik kopi di sebelah lahan sekolah sejak dua bulan lalu,” ungkap Nurfaizah pada bantenlink.com Senin (2/4/2018).

Selain itu lanjutnya, sehubungan penyerapan air tanah, dengan adanya penumpukan limbah kopi tersebut membuat kondisi air di SDN Cirewed tercemar yang ditandai warna air keruh, berbau dan kotor.

“Limbah kopi itu katanya dari pabrik Torabika, yang ditumpuk lama dan kehujanan. Hal inilah yang membuat limbah berjamur dan bau serta mencemari air
tanah,” imbuhnya.

Petugas keamanan sekolah, Miharja, yang juga sebagai RT setempat, lanjut Nurfaizah, sudah menyampaikan perihal limbah kopi yang disebut untuk bahan pupuk dan pengurugan tersebut
kepada pemilik lahan, yaitu H Sarmat.

“Tapi keluhan kami tidak ditanggapi,” keluh Nurfaizah.

Menurut Rt Miharja, kata Nurfaizah lagi, Sarmat orangnya begitu, disampaikan pencemaran lingkungan malah lebih galak lagi. Akhirnya warga tak dapat berbuat apa-apa. Terlebih katanya,
tanah yang dia gunakan adalah lahan miliknya.

“Surat sudah kami sampaikan ke DLHK, Disdik, Pol PP Kabupaten Tangerang pada Kamis 29 Maret yang lalu. Harapannya yang berwenang dapat segera melakukan peninjauan,” tandas Nurfaizah. |

EDY TANJUNG

Limbah kopi dekat sekolah dan permukiman

Leave a Reply