Ngeri! Kelamin Bocah PAUD Harus Operasi Karena Mainan Spinner



Mainan spinner menyangkut di alat kelamin murid PAUD di Tangerang, Rabu (28/3/2018)

KABTANGERANG | BantenLink — Spinner sebagai permainan mengasyikkan bagi anak-anak, namun sangat berbahaya. Termasuk bagi Wilsen yang masih sekolah di PAUD “Rumah Mutiara” beralamat di kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

Permainan baling-baling tiga sudut yang di ujungnya ada lubang itu akhirnya mencelakainya. Sesaat sehabis pipis langsung menonton televisi tanpa memakai celana.Bocah aktif itu sedianya akan mandi ditemani orang tuanya tapi harus menunggu ibunya yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Menurut ibu Wilsen, Ratna, sehabis buang air kecil sekitar jam 06.00 WIB, putranya berumur 6 tahun langsung memainkan Spinner berlubang dengan jari-jarinya sambil menonton film kartun di televisi. Wilsen sendiri biasanya sehabis bangun pagi langsung mandi karena harus berangkat sekolah.

“Tapi jeritan anak saya pagi tadi benar-benar membuat kami panik. Pas melihat Wilsen ternyata spinner menempel di tempat pipisnya. Sesaat kemudian barulah kami ketahui, anak kami mencoba bermain spinner dengan cara lain, sehingga spinner tersangkut di penis dan menyebabkan pembengkakan,” ungkap Ratna didampingi suaminya, Heri pada bantenlink.com di RSU Siloam. Karawaci, Rabu (28/3/2018).

Diceritakannya, mengetahui peristiwa itu Wilsen langsung dilarikan ke RS Hermina Bitung tak jauh dari kediamannya. Tapi karena harus menunggu dokter bedah yang belum datang akhirnya Wilsen dilarikan ke RSU Siloam Lippo Karawaci dan sekitar pukul 13.00 WIB penanganan langsung dilakukan dengan pembedahan sekaligus sirkumsisi untuk mengeluarkan spinner dari kelamin bocah yang membengkak itu.

“Syukurlah penanganan cepat dilakukan, kalo nggak berakibat fatal. Untuk mengeluarkan spinner, dokter harus melakukan operasi sekalian sunat,” terangnya.

Ditambahkan Ratna, biaya yang harus dikeluarkannya untuk operasi senilai Rp 18 juta. Biarpun biaya akibat pemainan spinner terbilang mahal. Baginya yang terpenting anaknya sudah bisa tertolong.

“Besok hari Wilsen mudah-mudahan sudah bisa pulang. Mau sekolah katanya. Sekalian kami akan mengadakan selamatan khitanan dengan teman- teman sekolahnya,” tandasnya.

Pantauan bantenlink.com sore tadi Wilsen di RSU Siloam sudah siuman sehabis menjalani operasi dan sunat. Ibunya sendiri mengakui telah membuang spinner milik anaknya agar permainan yang ternyata berbahaya itu tidak dimainkan-mainkan anaknya lagi. |

EDY TANJUNG

Edy Tanjung

Author: 

One Response

  1. Riska3 months ago

    Wah bahaya itu..

    Reply

Leave a Reply