Klaim Masih Memimpin, HM Saleh Asnawi Tepis Isu Hengkang dari Partai HANURA



HM Saleh Asnawi

HM Saleh Asnawi


TANGSEL | BantenLink – Ketua DPC Partai HANURA Kota Tangerang Selatan, HM Saleh Asnawi, menyatakan dirinya tidak pernah pindah ke partai politik lain. Hingga kini, tegasnya, masih bernaung dan memimpin keluarga besar HANURA Kota Tangsel.

Hal itu dikemukakan Saleh Asnawi menepis adanya isu-isu yang berkembang, bahwa dia telah pindah ke partai politik lain. “Semua informasi yang dikembangkan itu adalah isu-isu yang tidak benar. Dan, isu itu sengaja diangkat oleh orang-orang yang haus kekuasaan dan sengaja disebarkan ke mana-mana, baik ke elit partai politik maupun ke akar rumput di internal Partai HANURA. Tujuannya tidak lain karena sudah tidak sabar ingin berkuasa. Sekali lagi saya tegaskan bahwa saya masih berada di Partai HANURA,” tandasnya kepada pers, Selasa (20/3).

Saleh mengemukakan  bahwa dia tidak mungkin meninggalkan Partai HANURA yang selama ini sudah dia besarkan di Kota Tangerang Selatan. “Tidak mungkin saya keluar dari Partai HANURA karena selama ini saya dan teman-teman lah yang telah membesarkan. Orang-orang yang mengaku bahwa mereka yang membesarkan Partai HANURA di Tangerang Selatan, yang saat ini berada di kubu sebelah hanya mengambil manfaat dan keuntungan dari dualisme kepengurusan dan di tengah-tengah kisruhnya Partai HANURA, bukan sama sekali atas perjuangan atau kemampuan dalam berpolitik. Selama ini mereka hanya mengacaukan partai dan berkiprah di Partai HANURA dalam hitungan jari, kok sekarang tiba-tiba merasa dirinya yang telah membesarkan partai,” tegasnya.

Saleh yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan ini mengatakan, selama ini pihaknya tidak mau membuat ribut dan konflik ketika munculnya dualisme kepengurusan Partai HANURA hingga merembet sampai ke Tangerang Selatan. Hal itu semata-mata dia lakukan karena mengingat betapa beratnya perjuangan bersama teman teman yg merintis eksistensi Partai ini dan juga adanya instruksi dari DPP Partai HANURA pimpinan Daryatmo dan Sarifuddin Sudding agar Partai HANURA lolos verifikasi sebagai partai politik peserta Pemilu Tahun 2019, yang sdh dirintis dari pembentukan struktur organisasi dari bawah sampai ke atas sekaligus pembinaan anggota dan lain lain yg tdk sedikit memakan biaya, tenaga dan waktu, ketika KPU melaksanakan verifikasi administrasi, sama sekali tdk ada kesulitan untuk lolosv, setelah itu baru dilanjutkan dengan verifikasi faktual, tanpa harus kerja keras lagi.

“Partai HANURA di Kota Tangerang Selatan tidak mungkin serta-merta bisa lolos sebagai partai politik peserta Pemilu Tahun 2019 kalau tidak ada kepengurusan yang saya pimpin. Untuk menjadi peserta Pemilu setiap partai politik harus lolos dulu verifikasi administrasi baru bisa mengikuti verifikasi faktual. Saya dan kepengurusan lainnya yang berada dalam kepemimpinan saya lah yang menyiapkan semua proses verifikasi administrasi. Kepengurusan yang merapat ke Sebelah hanya melanjutkan verifikasi faktual  (menunjukkan data) yang sebelumnya telah disiapkan datanya oleh kepengurusan yang saya pimpin dan telah dinyatakan lolos verifikasi administrasi. Kalau sekarang Pihak mereka merasa berjasa dan yang telah berhasil membawa Partai HANURA lolos sebagai peserta Pemilu 2019 seharusnya melakukan instrospeksi diri. Apa yang sudah mereka perbuat utk Partai ini, semua teman teman pengurus DPC tahu benar bahwa apa saja yg selama ini mereka kerjakan atau pernah berbuat apa saja ?”, kalaupun ada jabatan yg mereka emban di DPC dibawah pimpinan saya tapi justru terus terang saya menjadi sasaran pertanyaan dari pengurus lain nya mengenai kompetensi atas jabatan nya selama ini. Lebih lanjut ditegaskan Saleh, selama dalam kepengurusannya, seharusnya kala itu ketika mereka menempati jabatan-jabatan strategis Partai semestinya dapat mengendalikan organisasi dan fokus pasa pemenangan, namun sayangnya justru mereka tidak pernah melakukan hal-hal signifikan dan cenderung tidak berkesan. Sehingga secara obyektif saya dengan prihatin melihat mereka belum memahami TUPOKSI (Tugas, Pokok dan Fungsi) dari jabatan mereka di Partai. “Saya tekankan, bahwa selama dalam kepengurusan saya, mereka tidak memahami dan mengerti apa yang menjadi tugasnya. Sehingga sebagai Ketua DPC, agar roda organisasi tetap berjalan, maka mau tak mau saya harus mengambil tanggung jawabnya. Kalau saya serahkan sepenuhnya kepada mereka maka partai ini bisa berantakan. Jadi saya tegaskan sekali lagi kepada saudara-saudara yang ada di kubu sebelah agar jangan merasa bahwa Anda yang telah membangun Partai HANURA di Tangerang Selatan sehingga mampu bisa seperti sekarang ini,” paparnya.

Menurut Saleh, pihak sebelah yang merasa berkuasa atas manfaat kekisruhan ditingkat atas hendaknya mengingat kembali kondisi Partai HANURA sebelum terjadi dualisme kepemimpinan, maka seharusnya ia pandai membawa diri. “Kalau saya tidak setuju, maka dia tidak mungkin menduduki jabatan setrategis di partai termasuk juga jabatan alat kelengkapan di Lembaga DPRD. Saya sebagai pimpinan Partai yang berada di bagian terdepan untuk mempertahankannya agar Fraksi Hanura tetap dihargai oleh teman-teman dari Fraksi lain. Jadi saya kira janganlah merasa lebih dari yang lain, lagipula yang terpenting adalah menjaga habluminannas, jangan sampai karena ambisi kekuasaan sesaat menjadi gelap mata. Kalau mau berpolitik, maka jadilah politisi yang bijak, pintar dan santun,” urai Saleh.

Oleh karena itu Saleh meminta kepada semua pihak agar bisa menahan diri dan tidak tergesa-gesa melakukan claim-claim tertentu apalagi yang tidak berdasar. “Saat ini kepengurusan DPP yang dipimpin OSO sedang digugat keabsahannya di pengadilan. Jadi kita tunggu saja nanti hasil proses di pengadilan yang sekarang ini sedang dalam tahap persidangan. Dan, mari kita hormati keputusan pengadilan. Hal itu jauh lebih bijak dan elegan daripada menyebarkan isu-isu yang justru kontra produktif,” tegasnya. |

Leave a Reply