Saleh Asnawi: Tunggu Arahan Pusat, Kembali ke Rumah Besar dan Rekonsiliasi



Putusan Sela PTUN Jakarta

HM Saleh Asnawi melakukan konferensi pers Partai HANURA Tangerang Selatan, Selasa (20/3/2018)

TANGSEL | BantenLink — Pasca keputusan sela PTUN Jakarta, yang meminta MenkumHAM Yasonna Laoly menunda SK Osman Sapta Odang sebagai Ketua Umum Partai HANURA, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan, bersikap menunggu pengarahan pimpinan partai di tingkat pusat.

“Saya mengajak seluruh teman di Partai HANURA untuk menaati keputusan sela PTUN, sambil menunggu proses hukum yang inkrah. Ayolah kita semua kembali ke rumah besar HANURA dan berjuang bersama-sama lagi, terlebih dalam menghadapi Pileg dan Pilpres 2019 mendatang,” ajak HM Saleh Asnawi di Tangerang, pada konferensi yang nya, Selasa (20/3/2018).

Disebutkan pendiri Partai HANURA Tangerang Selatan ini, setelah melihat perkembangan yang ada, semua sangat memerlukan dilakukannya rekonsiliasi antar pengurus DPC HANURA Tangsel. HM Saleh Asnawi akan mengundang pengurus yang tercantum dalam SK lama maupun rekan-rekannya yang berseberangan.

“Setelah adanya putusan sela bernomor No.24/G/2018/PTUN-JKT yang meminta MenkumHAM membatalkan SK kepengurusan OSO ini, saya mengajak teman-teman merapatkan barisan untuk bersama-sama menjaga keutuhan partai,” imbuhnya.

Lebih jauh HM Saleh Asnawi mengatakan,menyayangkan isu yang dihembuskan orang yang tidak bertanggungjawab bahwa dirinya pindah dari Hanura ke partai lain. Diduga ada oknum partai yang menginginkannya tak lagi sebagai Wakil Ketua DPRD Tangsel.

“Mungkin ada pihak lain yang menginginkan saya di-PAW (Pergantian Antar Waktu (PAW) dari partai demi kepentingannya. Padahal saya yang melahirkan Partai HANURA di Tangerang Selatan. Jadi, tidak mungkin meninggalkan partai yang telah kami besarkan bersama-sama,” paparnya.

HM Saleh Asnawi menjelaskan, untuk PAW antara lain disebabkan pindah partai, mengundurkan diri, atau meninggal dunia. Dirinya sendiri hingga saat ini tidak kemana-mana, dan tetap memajukan Partai HANURA.

Status Kepengurusan

Seperti diketahui, dengan adanya keputusan sela PTUN kepengurusan partai kembali ke hasil Munaslub 2016 lalu.

Kemelut di Partai HANURA diharapkan segera berakhir dengan adanya keputusan sela PTUN tersebut. Seluruh pengurus yang sebelumnya dipecat kubu OSO yang membuat partai terpecah, kembali mengurus di wilayah masing-masing. |

EDY TANJUNG

Leave a Reply