Paksa Pacar “Layani” Teman Seusai Making Love, Diciduk Polisi Tangsel



Polresta Tangsel

Ekspos tersangka pencabulan atau kejahatan kesopanan oleh Kapolresta Tangsel, AKBP Fadli Widiyanto

TANGSEL | BantenLink — Memiliki teman perempuan terutama berstatus sebagai pacar seharusnya dapat menjaga kehormatannnya sebagai wanita. Namun tidak demikian yang dilakukan Wandi, (33), warga Ciputat, yang malah tega menyuruh temannya menggauli setelah making love atau berhubungan badan dengan pacarnya.

LAPORAN TITING MAHDANIAR

Menurut Kapolresta Tangerang Selatan ( Tangsel), AKBP Fadil Widiyanto, lelaki bejad merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi itu melakukan pencabulan (kejahatan kesopanan) terhadap RSI, (30), kekasihnya, warga Ciputat, Tangsel.

“Tersangka bukan melindungi kekasihnya, tapi habis mencabuli pacarnya malah .menyuruh temannya yang menjadi tersangka lainnya ikut melakukan untuk hal yang sama di Apartemen Green Lake View Ciputat pada 10 Desember 2017 sekira pukul 22.50 WIB,” ungkap Kapolresta Tangsel pada ekspos di Summarecon Digital Center, Jumat (24/2/2018), seusai meresmikan SIM Corner di pusat bisnis tersebut.

AKBP Fadli didampingi Kasat Reskrim AKP Alexander Yurikho membeberkan, RSI yang disuruh Wandi mau mendatanginya ke apartemen tersebut sebenarnya untuk menunjukkan kesetiaannnya kepada kekasihnya. Tapi saat mengetahui Wandi datang bersama temannya Yoga, (30), warga Parung Bogor, RSI menjadi malu dan keluar ruangan apartemen.

“Tak kehilangan akal atas kejadian itu, tersangka kembali menghampiri dan merayu pacarnya agar tidak risih dan bersikap biasa saja. Rayuan maut tersangka inilah yang akhirnya membuat RSI jatuh ke pelukan pacarnya dan mau berhubungan badan,” imbuh Kapolres.

Namun anehnya, tanpa alasan yang jelas, seusai tersangka Wandi melakukan hubungan intim dengan pacarnya, malah kemudian dia menyuruh dan memaksa RSI mau pula berhubungan badan dengan temannya bernama Yoga.

“Lu harus main sama temen gue, kalo enggak gue matiin lu,” ancam Mandi pada ceweknya, seperti ditirukan AKBP Fadli Widianto. Nah, ucapan Wandi itu dengan nada tidak bercanda. Dan RSI tidak dapat melarikan diri sekaligus karena berhadapan sekaligus dengan dua orang laki, Wawan dan Yoga. Perempuan malang itu akhirnya tak dapat melawan saat Yoga meraba-raba dan memasukkan jarinya ke bagian kewanitaan RSI.

“Setelah kejadian itu, tersangka yang dilaporkan melakukan pencabulan pada Polres Kota Tangsel dengan nomor laporan LP 906/K/XII/2017/ SPKT Res Tangseltanggal 15 Desember itu. Kanit PPA IPTU Sumiran dan tim Polresta Tangsel setelah melakukan penyelidikan, per 8 Pebruari 2017 sekitar jam 14.00 Wib. Untuk penguatan melanjutkan proses hukum, telah pula menyita barang bukti berupa sebuah buku mutasi apartemen Green Lake View,” papar Kapolres Tangsel.

Atas pembuatan bejad itu, terang AKBP Fadli, kedua tersangka Wandi dan dalam kasus kejahatan terhadap kesopanan atau pencabutan, masing-masing dikenakan pada Pasal 289 KUHP, dengan ancaman hukuman 9 tahun. |

EDITOR EDY TANJUNG

Tags:

Leave a Reply