Pungli Izin Gereja QBig BSD, Staf Camat Pagedangan Diciduk Tim Saber



Biaya Izin Gereja

Gereja Bethel Indonesia di Mal QBig BSD City

TANGERANG | BantenLink — Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Mal QBig BSD, Desa Lengkongkulon, Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang yang dituntut sekelompok warga ditutup karena tidak memiliki izin bisa beroperasi kembali. Pasalnya, sudah dijamin staf pelaksana ekonomi pembangunan Kecamatan Pagedangan, BP, (42), asal pihak gereja dapat menyediakan imbalan uang senilai Rp 600 Juta.

Namun akhirnya Tim Saber Pungli Unit Krimsus Satreskrim Polres Tangerang Selatan dengan petugas Agung Setyo Aji SH, Winarno dan Yudi Susanto, pada Minggu, 18 Februari 2018 sekira jam 01.00 WIB, berhasil menciduk tersangka di Restoran Mc Donald Alam Sutera, beralamat di Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.

Dari penangkapan tersangka BP, berhasil disita barang bukti berupa satu tas kulit pria berwarna coklat dan satu amplop putih berisi 150 lembar uang kertas Rp 100 ribu berjumlah nominal Rp 15 juta. Diduga uang tersebut sebagai sebagai panjar biaya pengurusan izin warga dan untuk biaya pembuatan rekomendasi pembuatan izin rumah ibadah.

Bukti lainnya yang disita polisi, yakni rekaman CCTV Mc Donald Alam Sutra dan rekaman suara serta chat yang ada di video pelapor dan pelaku. Peristiwa penangkapan tersangka BP tersebut disaksikan Azis yang merupakan pegawai restoran cepat saji tersebut.

Informasi yang kami terima, menyebutkan aksi BP mengancam pihak gereja akan membatalkan rekomendasi dan dukungan warga jika sampai Senin 19 Pebruari 2018 tidak memberikan Rp 15 juta sebagai panjar dari senilai Rp 600 juta agar semua urusan perijinan rumah ibadah beres.

Pungutan Liar

Tim Krimsus Polres Tangsel yang tergabung dalam Team Saber Pungli melakukan penyelidikan setelah mendapat informasi dari pengurus gereja tentang adanya oknum PNS yang melakukan dugaan pungli (pungutan liar).

Minggu, 18 Pebruari 2018 sekira jam 01.00 WIB di MC Donald Alam Sutra Serpong Utara Kota Tangerang polisi menciduk tersangka seusai mendapatkan laporan penyewa sebuah ruangan di Mal Q Big BSD City yang diminta uang pungli sangat besar terkait menjadikannya sebagai tempat peribadatan.

Catatan bantenlink.com, sebelumnya sejumlah warga telah menentang adanya kegiatan rumah ibadah yang diduga melanggar peraturan. Tapi tersangka BP malah memanfaatkan kesempatan dengan menawarkan jasa untuk mengatasi aksi warga. Sedangkan uang besar yang dia minta alasannya untuk biaya mendapatkan persetujuan warga serta aparatur pemerintah lainnya.

Pelapor yang dirahasiakan namanya pada pihak kepolisian mengaku melapor karena merasa sulit mencari dana sebesar Rp 600 juta yang diminta tersangka itu. Atas tindakan tersangka diancam Pasal 12 huruf e UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman 20 tahun penjara.

Hadirkan Saksi Ahli

Sementara itu, Polres Tangsel sendiri sedang mengembangkan dugaan pungli yang dilakukan BS. Rencananya akan melakukan pemeriksaan dengan menghadirkan saksi ahli sound digital forensik Prof Dr Joko Sarwono dari Institut Teknologi Bogor (ITB). Juga akan mendatangkan ahli dari Puslabfor Bareskrim Mabes Polri untuk validitas bukti rekaman suara di handphone pelapor dan tersangka. Untuk pemeriksaaan IT dan alat bukti transaksi elektronik meminta bantuan Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri. Kerjasama juga dilakukan dengan Dr Chaerul Huda selaku Ahli Pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), dan Prof Rahayu Surtiati selaku Ahli Bahasa dari Universitas Indonesia (UI).

Untuk mendapatkan keterangan tentang prosedur pengurusan ijin tempat ibadah polisi juga akan menghadirkan pihak Kanwil Depag Banten. Mengenai persoalan kejiwaan meminta keterangan Dr Mulia Sari Dewi sebagai Ahli Psikologi dari UIN Jakarta. |

EDITOR EDY TANJUNG

Tags:

Leave a Reply