Rehabilitasi 18 Pelajar, BNNK Tangsel Libatkan Semua Unsur dalam Operasi Penyalahgunaan Narkotika



Ekspos kinerja BNNK Tangsel 2017 pada sejumlah wartawan, Rabu (7/2/2018)


TANGERANG | BantenLink — Dalam mempersulit peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika, di awal 2018 Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tangerang Selatan (Tangsel), lebih mengintensifkan kerjasama dengan berbagai organisasi.

Untuk melakukan sosialisasi dan operasi gabungan dilakukan kordinasi dengan melibatkan semua unsur secara kontiniu dengan penegak hukum di beberapa wilayah, khususnya di zona kategori peredaran gelap narkotika.

LAPORAN TITING MAHDANIAR

Hal itu diungkapkan Kepala BNNK Tangsel, Heri Istu Haryono, di kantornya saat pemaparan kinerja lembaganya pada sejumlah wartawan, Rabu (7/2/2018).

Dalam kesempatan yang didampingi Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi Narkoba, dr Vina dan Kasi Pemberantasan Narkoba, Misran Sidabutar, disebutkannya, keberhasilan dicapai pada 2017 dengan menurunnya jumlah pelajar yang direhabilitasi.

“Pada tahun 2017 dibandingkan 2016, jumlah penurunan pasien yang direhabilitasi sebanyak 37 orang. Yang direhabilitasi BNNK Tangsel pada 2017 sebanyak 88 orang, dengan perincian 59 orang laki-laki dan 29 orang perempuan,” terang Heri.

Lebih jauh dikatakannya, sebanyak 40 orang korban narkotika adalah pekerja wiraswasta, 17 karyawan swasta, 9 pengangguran, 3 polisi dan 1 orang PNS. Sedangkan 35 orang diantaranya berdomisili di wilayah Tangsel dan 53 orang dari luar daerah.

“Selama 2017, jenis narkoba yang digunakan yakni metamphetamine dan amphetamine sebanyak 49 persen, canabis 23 persen serta benzoyl 28 persen. Dari peredaran gelap narkotika itu sebanyak 5 kasus berhasil pula disita dari tangan tersangka 18,67 gram sabu dan 0,81 gram ganja,” paparnya.

Rehabilitasi dan Pemberantasan

Sementara itu, dr Vina selaku Kasi Rehabilitasi Narkoba menerangkan, pihaknya telah merehabilitasi sebanyak 18 orang pelajar.

“Yang kami rehabilitasi di tahun 2017 yaitu seorang pelajar SMP, 14 pelajar SMA dan 3 mahasiswa. Seorang dari para pelajar tersebut masih duduk di perguruan tinggi swasta dan kini masih menjalani rawat inap di Balai Rehabilitasi,” jelas dr Vina.

Kasi Pemberantasan Narkoba, Misran Sidabutar, dalam menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika BNNK Tangsel menggiatkan berbagai pencegahan, diantaranya sosialisasi bahaya kepada masyarakat, pelajar, pegawai negeri dan karyawan swasta.

“Dalam mencegah penyalahgunaan narkotika, kami bekerja sama dengan pemerintahan dan swasta. Caranya dengan melakukan cek urine secara berkala. Setidaknya ada 10 organisasi perangkat daerah, 5 perusahaan swasta dan 9 lembaga pendidikan yang sudah bekerjasama,” tandas Misran Sidabutar.|

EDITOR EDY TANJUNG

Tags:

Leave a Reply