Sejak Sekolah Gratis, SMKN 1 Panongan Tunggak Gaji Pegawai

Jpeg

TANGERANG | BantenLink — Sungguh menyedihkan yang dialami para karyawan SMKN 1, Panongan, Kabupaten Tangerang. Sebanyak 72 pegawai terdiri dari 47 guru honor dan 25 staf honor itu sejak bulan Januari 2018 belum mendapatkan gaji.

Menurut Wakasek Bidang Manajemen dan Mutu, Marwan, mengatakan kepala SMKN 1 Kabupaten Tangerang, Miftahuddin, memutuskan tidak menerima lagi dana pembiayaan dari masyarakat sejak adanya larangan Gubernur Banten, Wahidin Halim, melalui media massa.



“Memang ada dalam 8 standar pokok pendidikan menyebutkan sumber biaya pemerintah dan masyarakat, tapi karena pak gubernur melarang pemungutan, sekolah ini benar-benar gratis sejak bulan Januari 2018,” ungkap Marwan, Selasa (6/2/2018) pada bantenlink.com.

Ditambahkannya, sekolah yang memiliki murid sekitar 2000 orang ini hanya mengandalkan dana BOS (biaya operasional sekolah), dengan prinsip ada atau tidak ada dana kegiatan belajar harus terlaksana.

“Masalah mutu sekolah nanti, biarkan saja masyarakat yang menilainya,” imbuh Marwan.

Terkait BOS yang belum turun dan unit produksi yang diharapkan menghasilkan tidak ada, menyebabkan tidak dapat membayar gaji guru dan staf honor dengan tepat waktu. Jika hal ini berlangsung terus, dikhawatirkan akan membuat para honorer malas-malasan bekerja.

“Kalau guru atau staf honor perempuan yang berkeluarga masih bisa mengandalkan penghasilan suaminya. Kalau yang menjadi tenaga honor laki-laki, ya syukur-syukur bekerja nyambi di swasta yang teratur gajinya,” ucap Marwan lagi.

Namun Wakasek Bidang Manajemen dan Mutu ini yang menunggu MoU BOS tetap optimis dan berharap, dana operasional sekolah bisa turun selekasnya atau tepat waktu. Setidaknya, Gubernur Banten, Wahidin Halim, membolehkan pembiayaan sekolah berasal dari masyarakat.

EDY TANJUNG

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply