KPAI Peringatkan Pengusaha Katering Penyebab Keracunan Anak di Krendang



KPAI

JAKARTA | BantenLink — Terkait peristiwa keracunan makanan setelah mengkonsumsi nasi kotak yang dialami oleh 21 orang Warga Kelurahan Krendang Tambora pada acara ulang tahun anak, Minggu, 28 Januari 2018 lalu, Sitti Hikmawatty selaku Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Bidang Kesehatan dan NAPZA, mengaku telah melakukan koordinasi dengan aparat yang menangani kasus ini.

Kepada BantenLInk Hikma menyampaikan, sampai Senin malam sebanyak 17 korban yang dirawat di rumah sakit. “Korban keracunan makanan, sampai Senin malam menurut pihak Direksi RS (Rumah Sakit) Tarakan, dari 17 pasien yang awalnya dirawat sebagian besar telah pulang ke rumah, hanya tinggal 2 orang pasien yang masih menjalani perawatan.” “Umumnya pasien dipulangkan karena masalah dehidrasinya telah berhasil ditangani,” ungkapnya. “Sementara untuk dugaan makanan yang menjadi penyebab keracunan ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium di Puslabfor,” tambahnya lagi.

Sementara itu, kata Hikma, Pihak Kepolisian Sektor Tambora masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor). “Menurut Kapolsek Tambora, pihaknya selain masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium Puslabfor, juga berkoordinasi dengan Puskesmas setempat terkait penelusuran penyebab keracunan makanan tersebut. Dari 70 orang yang mengkonsumsinya “hanya” 17 orang yang dibawa ke RS, ini harus dipastikan tidak akan jatuh lagi korban susulan,” ungkap Hikma.

Hikma menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyiapkan hidangan terutama hidangan yang disediakan untuk publik. “Dalam penyelenggaraan makanan banyak untuk publik, perlu ditingkatkan kehati-hatiannya. Para ‘Penjamah’ (Penyelenggara Makanan Banyak) harus memperhatikan sekali tentang masalah hygiene dan sanitasi.

Menurutnya, makanan adalah media yang sangat baik untuk berkembang biaknya mikroba tertentu. Karena itu, semua proses dalam penyediaan makanan banyak harus benar-benar dilakukan dengan baik dan benar.

“Sebaiknya hygiene dan sanitasi para penjamah makanan tersebut harus diperhatikan, selama proses persiapan sampai dengan penyajian juga harus mengindahkan kaidah tertentu, misalnya penjamah makanan selama proses tersebut menggunakan masker hidung (untuk menjaga al jika sewaktu-waktu bersin, percikan ludah tidak jatuh pada makanan), menggunakan sarung tangan khusus saat bersentuhan dengan makanan dll.” “Jika kaidah-kaidah ini diperhatikan, maka semestinya makanan tidak akan menjadi media penularan mikroba dan jamur tertentu, sehingga bisa mengurangi resiko kemungkinan keracunan pada makanan,” pungkasnya. (Haeru Saroum)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply