Hasil Diagnosa Penyakit Tak Dijelaskan Rumah Sakit, Jadi Perhatian KPAI



Bocah yang penyakitnya didiagnosa tapi hasilnya tidak dijelaskan pihak rumah sakit

TANGERANG | BantenLink — Hasil diagnoasa terkait penyakit yang diderita ananda RL (inisial), anak sepuluh tahun asal Tapanuli Tengah, tidak jelas. Ketidak jelasan ini menjadi perhatian Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang kesehatan dan NAPZA, Sitti Hikmawatty. Menurutnya, kasus seperti ini harus diterlusuri lebih mendalam sampai tuntas.

“Kami dengar dari pihak keluarga, dari konsultasi dengan pihak medis di beberapa Rumah Sakit, tidak ada kejelasan diagnosa atas kasus yang dialami ananda RL itu,” kata Hikma. Hikma menambahkan, “Bahkan, informasi terakhir yang kami dapat menyebutkan bahwa ananda RL tidak ada kelainan, menurut Hikmah perlu di telusuri lebih mendalam lagi.”

“Diagnosa menjadi bagian yang penting untuk melakukan proses pengobatan yang lebih baik bagi pasien. Karena itu, klasifikasi pun bermacam-macam, mulai dari diagnosa utama, diagnosa penunjang, dll. yang diberikan sesuai pada kasus yang ditangani, jelas Hikma.

“Ironis, jika ada pihak RS yang mengatakan ananda tidak sakit apa-apa sementara secara fisik jelas sekali terlihat bermasalah, tentu ini mengundang tanda tanya besar,” “Diagnosa itu tetap perlu ada, terkait ada atau tidaknya tindakan yang perlu diambil sehubungan adanya ancaman perburukan kondisi pasien, itu hal berbeda yang perlu di telaah lagi,” tegasnya.

“Padahal, ananda RL berhak mendapatkan penanganan yang jelas terkait penyakit yang menimpanya. Mulai dari kejelasan status, rencana penanganan dan seterusnya. Mengenai hasil, itu hak prerogative yang di atas (Tuhan_red.), tugas kita adalah ikhtiar.” Pungkasnya.

“Ikatan Dokter Indonesia (IDI) harus turun tangan dalam mengatasi keadaan ini,” desak Hikma. “Berkas kasus ananda RL sudah dikirimkan pada IDI dan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran untuk ditelaah lebih lanjut, sekaligus mendapatkan dukungan untuk penanganan lebih lanjut,” ungkapnya.

Apresiasi diberikan Hikma kepada para pihak yang telah membantu dan terus mensupport ananda RL dan keluarganya. “Alhamdulillah banyak pihak yang tergerak membantu, terima kasih kita satu barisan memperjuangkan kepentingan terbaik anak. Semoga kepedulian dan kebaikan ini mendapatkan balasan yang lebih baik lagi,” harap Hikma.

HAERU SAROUM

Leave a Reply