Pagu Pembangunan Rp 778 Juta, Per RT di Desa Lengkong Kulon Dijatah Rp 29 Juta



Musrenbang

TANGERANG | BantenLink -alam meningkatkan perekonomian masyarakat dn kualitas pelayan publik untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan, Pemerintah Desa Lengkong Kulon, Rabu (24/1/2018), melaksanakan Musrembang Desa 2018.

Menurut Kepala Desa Lengkong Kulon, Moh Faiz, meminta agar memilah sangat diperlukan untuk pembangunan yang direncanakan. Untuk jumlah anggaran pembangunan yang dikucurkan dari Dana Desa sebesar Rp 778 Juta, yang akan dibagi berbeda dalam setiap RW sesuai jumlah 26 RT Anggaran per RT Rp 29 Juta.

“Untuk total pagu Rp 778 Juta diantaranya Rw 01 senilai Rp 81 Juta, RW 02 Rp 145 Juta , RW 03 Rp 145 Juta, dan seterusnya. Jumlah RT dalam satu RW beragam, misalnya RW 1 (3 RT), RW 2 (5 RT), ” ujar Moh Faiz.

Sementara itu, beberapa usulan yang disampaikan dalam Musrenbang seperti pengadaan ambulance. Kedepan mui, pkk mardjuki:mobil ambulance. Namun akhirnya usulan disetujui untuk pembangunan gedung BPD dan lainnya.

Kades Lengkong Kulon menyebutkan agar usulan di Musrenbang disesuaikan dengan kebutuhan warga. Sedangkan tokoh masyarakat H Mardjuki mengingatkan agar untuk mengajukan ke perusahaan yang ada di wilayah Desa Lengkong Kulon.

Beragam Usulan

Nadi selaku ketua LPM: mengusulkan Pemdes Lengkong Kulon agar memanfaatkan lahan pojok BSD yang tidak terpakai agar dibuat conblock. Dijawab Lurah, kalaupun mau dipakai meminta izin pemiliknya dulu, dan BSD diyakininya mengijinkan asal untuk kepentingan masyarakat.

Salah seorang pengurus DKM, Basri, memohon agar memperhatikan pembangunan mesjid. Namun ditanggapi Kades Faizal dengan menerangkan bahwa mesjid masuk komponen ranah Kemenag dan tidak masuk komponen anggaran dana desa.

Usulan yang muncul lainnya dari warga bernama Abdul Hamid dari RW 02 yang mengeluhkan kedalaman saluran yang tidak sama tinggi sehingga air yang tergenang dan pada musim kering menimbulkan bau busuk dan bersarang nyamuk.

Hal ini dijawab Sekdes yang menyebutkan sebagai pekerjaan PNPM. Baru bisa dibangun lagi setelah 5 tahun dan masih dalam pemeliharaan. Tapi H Mardjuki meminta agar hal yang kecil dirawat oleh warga tanpa harus meminta anggaran perawatan dari pemerintah. Senada Moh Faiz mengatakan perawatan sebaiknya dilakukan swadaya supaya tidak menghilangkan semangat gotong royong.

EDY TANJUNG

Sementara itu, ketua Karang Taruna, Najib, mengusulkan pembuatan gerbang jalan agar lingkungan lebih tertata. Selain itu dalam hal saluran air menggantikan paralon agar tidak merusak jalan. Tanggapan Moh Faizal, saluran memakai unit memang lebih baik, dan anggarannya unit cukup besar.

| EDY TANJUNG

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply