Korban Pencabulan di Desa Kayu Agung Belum Divisum Karena Prosedur



Pertemuan LPA Kab Tangerang, Kades dan masyarakat Desa Kayu Agung terkait dugaan pencabulan anak

KABTANGERANG | BantenCitizen — Kelompok kerja lembaga perlindungan anak kecamatan sepatan ( POKJA LPA ) bersinergi terhadap muspika sepatan dan kades kayu agung.

Berawal dengan ada nya informasi masyarakat tentang kasus pencabulan terhadap anak, pokja LPA sepatan mendalami keterangan tentang keakurasian info tersebut.

Anak yang di duga sebagai korban pencabulan di peroleh keterangan berjumlah dua orang.

Hingga kasus ini bergulir, sampai delapan hari berselang, kedua terduga korban ini belum juga di upayakan untuk segera di visum selasa (16/1/18).

Pokja LPA sepatan bersama ketua LPA kabupaten berupaya mendorong agar kasus tersebut di sikapi dengan cara prosedur.

Dengan langkah membangun sinergitas terhadap semua pihak dan permasalahan tersebut mendapat perhatian seriaus dari semua unsur.

Dewi sundari ketua LPA turun langsung menyambangi ke kediaman rumah korban.

Dirinya pun memberi pesan pada anak – anak serta orang tua yang berada di lingkungan tersebut¬† ” bagi para ibu – ibu harus bisa menyayangi dan menjaga anak anaknya,¬† hati – hati terhadap¬† orang mengbujuk rayu memberikan sesuatu apapun seperti jajanan atau apapun, karna bisa saja orang tersebut berniat buruk terhadap anak ” ungkapnya.

Dan kepada anak – anak ” harus patuh terhadap Orang tua dan guru wujudkan cita – cita kalian jangan malas untuk bersekolah ” tambahnya.

Sementara di tempat terpisah camat sepatan menjelaskan bahwa korban ini akan segera di visum.

” secepatnya akan dilakukan visum terhadap si korban ini ” jelasnya.

Tedy muryanto memberi keterangan bahwa hal tersebut sudah di laporkan kepada kepolisian guna memastikan dan menindak lanjuti ke ranah hukum, ” lebih jelasnya di tanyakan saja ke kades kayu agung (Alwi_red) biar dapat di pastiin ” ungkap camat sepatan.

Alwi kades kayu agung menjelaskan ” karna demi menjaga hal – hal yang tidak di inginkan bakal terjadi sementara pelaku di ungsikan di amankan ” pungkasnya.

(Kr: Haeru Saroum)

Leave a Reply