Ayah Bejat, Gagahi Anak Sendiri Saat Istri di Rumah Sakit

Ekspos tersangka pemerkosa anak kandung

TANGERANG | BantenLink – Sungguh bejat prilaku MJ, seorang ayah yang tega melakukan hal tidak senonoh menggagahi putrinya hingga mengalami luka dan berdarah pada alat kelamin.

Atas perbuatannya yang tak beradab itu, membuat darah dagingnya, sebut saja Mawar, yang masih berusia 6 tahun mengalami trauma dan harus mendapatkan perawatan fisik dan psikis yang serius.

Menurut Wakapolres Metro Tangerang, AKBP Harley Silalahi, perbuatan ayah tak bisa menahan nafsu terhadap putri yang seharusnya dilindunginya, dilakukan di kediaman. Saat itu sang istri sedang menjaga anak laki-lakinya yang sakit dirawat di rumah sakit.



“Jajaran Polsek Pakuhaji, Polres Metro Tangerang pada Senin 8 Januari 2018, membekuk pelaku di rumahnya, di kampung Bonasari, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, setelah istrinya mengetahui kejadian dan melaporkannya langsung ke pihak kepolisian,” ungkap AKBP Harley Silalahi, Senin (8/1/2018)

Ditambahkannya, MJ memperkosa anak kandungnya karena tak bisa menahan nafsu. Saat itu sang istri menjaga anak laki-lakinya yang sakit di RSUD Kabupaten Tangerang. Akibat perbuatan ayah bejat itu, Mawar mengalami pendarahan akibat robek pada alat kelamin

Harley Silalahi menjelaskan, pelaku menyetubuhi anaknya saat anaknya terlelap tidur di ruang tamu sekitar pukul 04.00 WIB, pagi. Istrinya baru mengetahui kejadian tersebut saat sepulang dari rumah sakit mendapati anak perempuannya yang terus menangis. Kemudian ia melaporkan peristiwa mengenaskan yang dialami anaknya tersebut ke Polsek Pakuhaji.

“Atas pelaporan itu, anggota kami langsung mengejar pelaku ke rumahnya, dan berhasil membekuk pelaku tanpa perlawanan,” terang Wakapolres Silalahi.

Dari TKP, lanjutnya, polisi mengamankan juga barang bukti berupa selimut, kain, kaos, celana dalam dan karpet guna proses lebih lanjut.

“Perbuatan tersebut dikenai pasal berlapis, yakni pasal 81 dan 82 ayat 3 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tegas Silalahi (Usdo/Edy)

Leave a Reply