Camat Pagedangan Tak Bisa Menyegel GBI QBig BSD City



KABUPATENTANGERANG | BantenLink — Lantaran tidak punya wewenang menyegel tempat yang melanggar aturan, Camat Pagedangan, Kabupaten Tangerang, A Kasori mengaku hanya bisa menyerahkan persoalannya pada Bupati Tangerang.

Hal ini dia sampaikan saat menyambangi sekitar 200 demonstran yang merasa kecewa pada hasil mediasi perwakilan demonstran dengan GBI dan Muspika, terkait penyalahgunaan pemanfaatan bangunan tempat perdagangan dijadikan tempat ibadah, di QBig, BSD City, Minggu (7/1/2017).

“Perizinan di sini (kawasan QBig, BSD City) dilakukan BP2T Kabupaten Tangerang. Kami dengan Satpol PP Kecamatan Pagedangan, mendukung tuntutan masyarakat, tapi tidak bisa menyegelnya. Nanti kita lihat izin peruntukannya dan demo.massa hari ini segera saya laporkan   ke Bupati,” ucap Kasori, seusai berjalannya mediasi atas demo Aliansi Masyarakat Pagedangan Raya Bersatu dengan Bambang selaku perwakilan GBI.

Disebutnya, selaku camat dirinya tetap berpihak pada tuntutan masyarakat jika GBI melanggar aturan. Kasori juga menegaskan, tidak melarang orang beribadah, karena yang dipersoalkan yaitu tidak adanya izin. Dan soal SKDU pun masih di mejanya dan belum dia tandatangani.

“Kalau ada pelanggaran peruntukan tempat, maka semua tempat harus merubah  peruntukan plan-nya,” imbuh Camat Pagedangan.

Hal yang sama dikatakan Danramil 08 Legok, Kapt Inf Sukma. Saat kordinator pendemo bernama Mukhlis mendesaknya tentang penyegelan GBI, ia malah terkesan marah.

“Tadi kan ada perwakilan yang masuk dan berunding. Kesepakatannya tidak ada lagi kegiatan GBI, mereka hanya kumpul-kumpul. Saya orang Islam, dan jabatan saya jadi taruhannya. Sudah, sekarang pulang,” bentak Sukma pada Mukhlis dengan nada keras.

Senada, Kapolsek Pagedangan, AKP Army Sevtiansyah, sempat pula mengamankan seorang demonstran yang masih berorasi seusai perundingan. “Tadi sudah mediasi dengan perwakilan. Semua sudah selesai, Jangan memancing lagi, nanti saya bisa tindak,” ancamnya sehingga membuat orator itu terdiam.

Tak berizin

Sementara itu, kordinator demo Mukhlis, mengatakan pada bantenlink.com GBI yang baru beraktivitas hari ini tidak memilik Hanya ada SKDU Kecamatan Pagedangan.

“Kalau ada izin, seharusnya ada izin lingkungan dan mengikuti peraturan yang berlaku. Karena itu kegiatan GBI ini harus dihentikan,” ucapnya.

Hal yang sama dikatakan Ketua LPM Desa Lengkong Kulon bernama Deni Wijaya. Dia sepakat untuk menghentikan kegiatan GBI di QBig, karena mengaku mengetahui peruntukannya sebagai tempat perdagangan.

“Saya terlibat dalam rencana pembangunan BSD dan termasuk yang menandatangani amdal (dampak lingkungan). Tidak ada peruntukan sarana ibadah di QBig,” ungkap Deni. (Titing/Edy)

Edy Tanjung

Author: 

One Response

  1. Hamba Allah9 months ago

    Terlepas dari apapun agama kita, bukankah baik kita lihat orang beribadah?

    Reply

Leave a Reply