Entrepreneur, Wartek Tegalsari untuk Mandirikan Warga Desa

Kasi Partisipasi Masyarakat dan Kelembagaan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Dra S Fatimah MSi memberikan pengarahan tentang Kelembagaan Warung Teknologi di Desa Tegalsari, Jumat (30/12/2017)

KABTANGERANG | BantenLink — Visi dan misi Kabupaten Tangerang mewujudkan masyarakat yang cerdas, makmur, religius dan berwawasan lingkungan.

Hal itu dikatakan Dra S Fatimah Msi, selaku Kasi Kelembagaan dan Partisipasi Masyarakat di Dinas Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat (DPDPM) pada 60 warga di aula Desa Tegalsari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Jumat (30/12/2017) lalu.

Menurutnya, Wartek bertujuan memandirikan masyarakat Desa. RT dan RW menjadi pengurusnya diberdayakan dengan mengenal diri sendiri dan lingkungan. Program Wartek menunjukkan peranserta lembaga memasyarakat di bidang teknologi, yang diciptakan warga.



“Teknologi sebagai alat untuk mempermudah tercapainya tujuan. Wartek didirikan lembaga masyarakat desa (RT, RW) sebagai pimpinan wilayah di tingkat bawah dan Lembaga Pemerintahan Desa (Lurah, BPD, LPM PKK, Karang Taruna) yang dipayungi hukum,” terang Dra S Fatimah MSi.

Jadi, lanjutnya, untuk mendirikan Wartek harus lebih dulu mengenali diri sendiri dengan menggali potensi desa. Jangan menilai rendah kemampuan sendiri, tapi tutupi dengan keunggulan yang ada. Misalnya kemampuan menjahit dikembangkan sehingga bisa menghasilkan uang.

“Dengan dibuatnya Wartek, warga dapat memanfaatkan kreativitasnya dengan jiwa entrepreneur berani menanggung resiko dan adanya unsur komersial atau bisnisnya. Jika sudah berjalan diharapkan dapat mengurangi kemiskinan. Namun Wartek harus dikembangkan terus dengan jangan malas mencoba, sehingga banyak usaha lainnya” pesannya.

Lebih jauh diterangkan Dra S Fatimah MSi, tugas lembaga masyarakat desa, untuk menampung aspirasi agar disampaikan pada lembaga pemerintahan desa, sedangkan LPM adalah Bappeda-nya desa yang menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat dan berfungsi dalam pengawasan.

“Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa sendiri sebagai mitra masyarakat Dengan adanya Warung Teknologi Tegalsari harus ada alatnya, misalnya alat perontok padi, pemotong singkong dan lainnya,” tandasnya.(Nyayu Titing/Edy Tanjung)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply