Asal Jadi, Bina Marga Kab Tangerang Kebut Jalan Suradita Arah Bogor 31 Desember



Pengerjaan jalan Suradita Arah Bogor pada Minggu 31 Desember 2017

KABTANGERANG | BantenLink — Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Pemerintah Kabupaten Tangerang, dibawah pimpinan Slamet Budhy Mulyono, membukukan catatan buruk pada pembangunan infrastruktur di daerah Bupati A Zaki Iskandar itu. Pasalnya, kepala dinas tersebut diduga mengabaikan proporsinya dalam pengawasan, dan ditengarai hanya menunggu laporan “asal bapak senang” dari para bawahannya, serta seperti berprinsip yang penting pekerjaan selesai atau asal jadi. Padahal seharusnya mem-blacklist pemborong yang menyalahi aturan agar kinerja Dinas tercitra baik.

Seperti pada peningkatan jalan Suradita Kecamatan Cisauk arah Kabupaten Bogor yang dipaksakan penyelesaiannya hingga Minggu 31 Desember 2017. Pantauan bantenlink.com hingga sekitar jam 17.00 WIB meski sudah lewat tenggat waktu pelaksanaan proyek, pemborong proyek yang ditutup-tutupi identitas perusahaannya itu masih saja melakukan pengecoran badan jalan yang hanya dilapisi plastik dan dilandasi jaringan besi tipis. Diduga pula, pengerjaan peningkatan jalan seperti ini karena coran jalan masih bagus yang belum waktunya diperbaiki.

Ketua LSM Rumah Mutiara (MARA), Edy yang berada di lokasi peningkatan jalan, Minggu (31/12/2017), menduga kinerja (DBMSDA) dari sisi perencanaan dan pengawasan terkesan asal-asalan, tanpa mau memikirkan atau mengabaikan visi dan misi Bupati Tangerang A Zaki Iskandar menginginkan wilayahnya lebih baik, dengan selalu mendengungkankan slogan menuju Kabupaten Tangerang Gemilang.

“Amburadulnya kegiatan peningkatan jalan Suradita Legok arah Kabupaten Bogor karena dikerjakan kayak asal-asalan, bisa jadi ini hanya menghambur-hamburkan anggaran saja. Dari segi perencanaan dibangun di atas jalan yang masih terbilang kondisi bagus, sedangkan dalam pengerjaannya sepertinya dengan konstruksi pembesian alakadarnya yang langsung ditimbun semen,” papar Edy.

Untuk pengawasan, lanjutnya, DBMSDA sendiri pada kegiatan betonisasi jalan setebal 30 sentimeter hanya diawasi pegawai honorer bernama Wahid yang tak tahu apa apa ketika ditanya tim social control. Wahid yang ditemani petugas Satpol PP bernama Taufik, tidak pula dapat menjelaskan spesifikasi kegiatan, panjangnya dari mana sampai kemana dan tak bisa menunjukkan dimana letak papan proyek sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, serta membiarkan pekerjaan diselesaikan buru-buru tanpa didampingi atasannya pejabat DBMSDA agar selesai pada akhir tahun tanggal 31 Desember 2017.

Malah dengan mudahnya Wahid saat ditanya dan agar menghubungi PPTK bernama Samsudin, dan memberikan keterangan kalau pejabat Bina Marga dan pemborong jalan tidak mungkin mengontrol lagi kegiatan proyek Pemerintah Kabupaten Tangerang, karena sudah berlibur menjelang esok hari tahun baru 1 Januari 2018. “Urusan kami sekarang, yang penting pekerjaan selesai, kalau pekerjaan kurang baik, nanti juga ada masa garansinya,” ujar Wahid.

Sementara, pimpinan LSM MARA malah menganggap ada suatu keanehan dan mempertanyakan pengerjaan proyek pemerintah Kabupaten Tangerang. “Jika proyek jalan masih dikerjakan sampai 31 Desember 2017, kapan pembuatan laporannya? Berarti laporan dibuat sebelum pengerjaannya. Dengan demikian Kadis Bina Marga pak Slamet Budhy Mulyono sama sekali tak mengontrol hanya menandatangani laporan anak buah saja, atau bisa jadi kuat dugaan berkonspirasi dalam kegiatan yang diduga asal jadi. Karenanya, jangan heran kalau kegiatan infrastuktur jalan yang dibangun Pemerintah itu lagi, itu lagi, dan terus diperbaiki sehingga mungkin tidak menambah peningkatan panjang jalan selama kepemimpinan Bupati Zaki,” tandas Edy yang dikenal sering mengkritisi kinerja pemerintah Kabupaten Tangerang agar berubah lebih baik ini. (Titing/Tanjung/Tim)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply